Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Vilmei Kapok Terlalu Sering Maafkan Karyawan Nakal, Uang Rp3 Miliar Kini Raib

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 14.28 WIB
vilmei_kapok_terlalu_sering_maafkan_karyawan_nakal_uang_rp3_miliar_kini_raib_

Vilmei dan pengacaranya dalam media sosial miliknya. (foto: Instagram @Vilmei/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Konten kreator Vilmei mengaku mulai menyesali sikapnya yang selama ini cenderung lunak terhadap karyawan yang melakukan kesalahan. Penyesalan itu muncul setelah tabungan hasil kerja kerasnya selama tujuh tahun diduga dicuri oleh salah satu karyawannya hingga mencapai Rp3 miliar.

Kasus tersebut menyeret seorang tersangka berinisial Z. Dalam perkembangannya, Vilmei mengatakan kejadian serupa ternyata bukan pertama kali terjadi di lingkungan kerjanya.

Selama ini, Vilmei mengaku lebih memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan ketika menemukan uang atau barang miliknya hilang. Rasa dekat dan sayang kepada karyawan menjadi salah satu alasan dirinya tidak mengambil langkah hukum.

"Mungkin dia lihat aku ya, karena aku sebenarnya ini bukan pengalaman pertama aku di maling dan segala macam dan selama ini, mungkin itu salah aku juga karena selama ini aku biasanya gak take it serius," kata Vilmei saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/9/2026) malam.

Vilmei mengatakan, kerugian yang dialaminya pada kasus-kasus sebelumnya masih dianggap dapat ditoleransi. Karena itu, ia memilih untuk mengikhlaskan dan tidak sampai melaporkan orang yang bersangkutan kepada polisi.

"Karena menurut aku selama ini kerugiannya masih bisa aku ikhlasin lah. Kesalahan-kesalahannya dan orang-orangnya juga aku lumayan dekat lumayan, sayang jadi aku gak ada niat buat penjarain sama sekali," tuturnya.

Menurut Vilmei, sikap tersebut kemungkinan membuat pelaku dalam kasus terbaru menganggap persoalan yang terjadi tidak akan berujung pada proses hukum serius.

Ia menceritakan ketika kasus tersebut mulai dikonfrontasi, Z disebut sempat menunjukkan sikap seolah-olah tidak merasa khawatir dengan konsekuensi yang mungkin dihadapi.

"Nah mungkin karena, dia melihat ini jadinya dia mikir awal-awal mungkin dia mikir 'Alah paling gua dikerjain doang' 'Paling ini bohongan gitu' makanya kelihatannya sih waktu itu nggak ada ngerasa bersalah ya," ucap Vilmei.

Kerugian yang mencapai miliaran rupiah membuat Vilmei kini mengambil sikap berbeda. Ia tidak lagi ingin menyelesaikan kasus serupa hanya dengan cara kekeluargaan.

Dalam kasus ini, proses hukum tetap berjalan dan para tersangka telah ditahan. Vilmei mengatakan dirinya menyerahkan penanganan perkara tersebut sesuai prosedur yang berlaku di kepolisian.

"Agak nggak tega juga cuma kita ngikutin prosedur dari kepolisian saja sih aku," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN