Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tiga Bulan Usai Dicanangkan Bupati, Program Bawang Putih 20 Hektare di Maduma Banyak Tak Tumbuh

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 11.49 WIB
tiga_bulan_usai_dicanangkan_bupati_program_bawang_putih_20_hektare_di_maduma_banyak_tak_tumbuh

Lahan penanaman bawang putih di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, kini lebih banyak ditumbuhi rumput. (foto: pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID - Tiga bulan lebih setelah dicanangkan Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom, program pengembangan bawang putih seluas 20 hektare di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, mengalami pertumbuhan kurang baik.

Pantauan Mistar di lokasi, Rabu (19/8/2026), sebagian besar benih bawang putih yang ditanam tidak tumbuh. Sementara tanaman yang tumbuh terlihat kering dan tidak berkembang dengan baik.

Program tersebut dicanangkan melalui penanaman perdana pada Kamis (30/4/2026). Saat itu, sebanyak 16 ton benih bawang putih ditanam untuk pengembangan kawasan seluas 20 hektare.

Salah seorang warga Desa Maduma, M. Boru Turnip, mengatakan tanaman bawang putih yang ditanam petani mengalami kegagalan pertumbuhan. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tanaman.

“Cuacanya tidak menentu. Kadang hanya gerimis, sehingga pertumbuhannya tidak bagus. Banyak yang tidak tumbuh,” ujarnya.

Selain faktor cuaca, ketersediaan air juga menjadi kendala. Turnip menyebut lahan pertanian di Desa Maduma belum memiliki jaringan pengairan sehingga petani kesulitan melakukan penyiraman ketika tanaman membutuhkan air.

“Di sini tidak ada pengairan, jadi tidak bisa dilakukan penyiraman. Kalau membeli air juga mahal, sekitar Rp300 ribu satu balteng,” katanya.

Penanaman perdana bawang putih pada 30 April 2026 dilakukan Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom bersama Kapoksi Konservasi Air Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Risda br Sinaga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir Dr. Tumiur Gultom, serta dua kelompok tani.

Dua kelompok tani yang terlibat yakni Kelompok Tani Lamtana dan Kelompok Tani Santo Adrianus Pea Jolo.

Saat penanaman perdana, Tumiur menyebut pengembangan bawang putih tersebut merupakan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan target produktivitas mencapai 20 ton per hektare.

Program itu diarahkan untuk mengembangkan kawasan sentra produksi bawang putih baru di luar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendukung swasembada bawang putih.

Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom saat itu menyatakan pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan program pengembangan bawang putih di Kabupaten Samosir.

“Kami berharap para petani melaksanakan budidaya dengan sepenuh hati, ketulusan jiwa, semangat, dan kekompakan agar bisa mencapai target dan hasil yang sebaik-baiknya. Seluruh hasil panen ini nantinya akan menjadi milik kelompok atau petani,” kata Vandiko saat penanaman perdana, 30 April 2026.

Ia juga berharap pengembangan tersebut dapat menjadikan Samosir sebagai salah satu daerah penghasil bawang putih untuk mendukung swasembada bawang putih di Sumatera Utara maupun secara nasional.

Mistar telah mencoba mengonfirmasi dan meminta tanggapan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir, Dr. Tumiur Gultom, terkait kondisi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN