Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Program Bawang Putih di Toba Masih Fifty-Fifty, Petani Minim Pengalaman

Mistar.idKamis, 7 Mei 2026 pukul 10.42 WIB
program_bawang_putih_di_toba_masih_fiftyfifty_petani_minim_pengalaman

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Pimpinan Siambaton. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Pimpinan Siambaton, mengatakan peluang keberhasilan program menanam bawang putih di wilayah tersebut masih fifty-fifty antara risiko dan kegagalannya.

“Masih fifty-fifty antara berhasil dan gagal,” ujar Pimpinan, Kamis (7/5/2026).

Dilanjutkannya, penyebabnya keberhasilan dan kegagalan masih berimbang karena petani di kabupaten ini belum pernah melakukan budidaya bawang putih.

“Selain pengalaman belum ada, belum tahu apakah cocok bawang putih ditanam di Toba," ucapnya lagi.

Untuk mengatasi tingkat kegagalan yang lebih tinggi telah dilakukan rapat dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) beberapa waktu lalu. Dijelaskan penyuluh bahwa lahan menanam bawang putih minimal di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Sebab, bawang putih paling layak ditanam pada ketinggian tersebut. Selanjutnya kami akan cek tingkat keasaman tanah (Ph) jadi perlu lebih teliti. Maklum, untuk tanaman jenis ini baru perdana di Kabupaten Toba," ucapnya.

Diketahui, Kabupaten Toba mendapat alokasi pengembangan bawang putih dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan luas tanam mencapai 234 hektar.

"Bukan hanya bibit yang akan diberikan, kementerian juga akan memberikan mulsa berikut pupuk, sementara petani tugasnya hanya melakukan perawatan tanaman bawang putih, sehingga ke depannya menjadi swasembada bawang putih," tutur Pimpinan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN