Perempuan di Lubuk Pakam Nyaris Dirampok Dua Pria Bersenjata Pisau, Sempat Terima Ancaman WhatsApp

Murni yang mengaku rumahnya didatangi dua pria. (foto: sembiring/ mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID (2/11/2026) – Seorang perempuan bernama Murni nyaris menjadi korban perampokan oleh dua pria tak dikenal di rumahnya, Gang Buntu Ujung, Dusun Sempurna, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Beruntung, Murni berhasil menyelamatkan diri setelah melakukan perlawanan dan berteriak meminta pertolongan. Kedua pria tersebut kemudian melarikan diri ke arah area persawahan yang berada di depan rumah korban.
Kepada wartawan, Senin (2/11/2026), Murni menceritakan bahwa kejadian bermula ketika listrik di rumahnya tiba-tiba padam. Awalnya, ia mengira terjadi pemadaman listrik. Namun, setelah melihat lampu rumah tetangganya masih menyala, ia keluar untuk memeriksa meteran listrik dan menaikkan sakelar MCB.
Setelah listrik kembali menyala, Murni masuk ke dalam rumah. Namun, tak lama kemudian, listrik kembali padam. Ia pun keluar lagi untuk memeriksa meteran listrik tersebut.
Namun, saat berada di depan pintu teras, ia justru mendapati seorang pria bertubuh tinggi mengenakan baju hitam, topi, serta penutup wajah. Pria tersebut diduga langsung menodongkan pisau ke arahnya.
Menyadari dirinya terancam, Murni spontan melakukan perlawanan sembari berteriak meminta pertolongan. Situasi tersebut diduga membuat kedua pria yang berada di lokasi langsung kabur.
"Saya tidak tahu pasti motifnya apa, memang mau merampok atau bagaimana. Sebab, salah satu pelaku menodongkan pisau kepada saya. Sedangkan seorang lagi berdiri di samping tembok rumah seperti mengamati situasi. Tapi saya melawan dan berteriak hingga mereka melarikan diri," ungkap Murni.
Murni juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama berpisah dengan suaminya dan kini tinggal bersama anaknya.
Lebih jauh, ia mengaku beberapa hari sebelum kejadian sempat menerima pesan WhatsApp bernada ancaman dari seseorang yang menyebut dirinya tidak akan aman.
Murni mengaku telah menyimpan tangkapan layar pesan tersebut. Namun, ia tidak menyangka akan mengalami peristiwa yang membuatnya ketakutan.
"Aku sudah screenshot ancaman itu, tapi tidak mengira akan ada kejadian seperti ini. Saat ini aku juga takut. Rencananya mau meminta mamaku tinggal di rumahku atau aku yang pindah ke rumah mamak, karena aku merasa ini bukan hanya sekadar mau merampok. Mungkin ada maksud lain yang bisa membahayakan aku," tuturnya.
Pasca-kejadian tersebut, Murni mengaku masih diliputi rasa khawatir terhadap keselamatan dirinya dan anaknya. Ia pun masih mempertimbangkan untuk membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian. (hm27)









































