Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
SUMUT

Mahasiswa Binjai Nilai Program MBG Masih Dibutuhkan Masyarakat

Mistar.idSelasa, 16 Juni 2026 13.25
journalist-avatar-top
BD
mahasiswa_binjai_nilai_program_mbg_masih_dibutuhkan_masyarakat

Mahasiswa asal Kota Binjai, M. Oscar Badawi, menyampaikan pandangannya terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (f: ist/mistar)

news_banner

Binjai, MISTAR.ID

Di tengah ramainya perbincangan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berbagai pendapat dan tanggapan terus bermunculan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari mahasiswa asal Kota Binjai, M. Oscar Badawi. Ia menilai program tersebut masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurut Oscar, Program MBG memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pemenuhan kebutuhan gizi di lingkungan sekolah.

Ia juga menyoroti rencana aksi demonstrasi yang akan dilakukan sejumlah mahasiswa dengan tuntutan penghentian Program MBG. Menurutnya, tuntutan tersebut kurang tepat karena masih banyak masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

"Saya sebagai mahasiswa merasa prihatin jika ada tuntutan untuk menghapus Program MBG. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terkadang berangkat sekolah tanpa sarapan atau bekal yang cukup," ujar Oscar, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kehadiran Program MBG memberikan manfaat nyata bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Program tersebut dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung proses belajar di sekolah.

Oscar juga berpendapat bahwa mahasiswa seharusnya lebih fokus menyuarakan persoalan yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Mahasiswa harus mampu melihat persoalan secara lebih luas dan objektif. Kenaikan harga BBM, misalnya, dapat berdampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat," katanya.

Ia mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk tetap kritis dan mengedepankan kajian yang matang sebelum menyampaikan sikap maupun melakukan aksi. Menurutnya, setiap gerakan mahasiswa harus didasarkan pada data dan fakta serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.

"Mahasiswa harus berpikir logis, kritis, dan intelektual dalam menyikapi berbagai kebijakan publik, sehingga aspirasi yang disampaikan benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat," tutupnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN