Lebih Menguntungkan, Petani Sawah di Dairi Ramai-ramai Alih Fungsi Lahan ke Jagung

Raden Taringan, seorang prtani padi sawah beralih ke tanaman jagung.(Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Petani sawah di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kini banyak beralih ke tanaman jagung. Pemicunya, tidak terlepas dari faktor nilai ekonomis dan kemudahan perawatan mulai tanam hingga masa panen bagi petani
Pengakuan itu disampaikan salah seorang warga petani, Raden Tarigan ketika disambangi Mistar di lahan persawahannya, Sabtu (20/6/2026).
"Contohnya, perawatan tanaman padi harus tenaga ekstra, pupuk, bersihkan rumput, air dan aspek lainnya. Sementara tanaman jagung, begitu habis panen, bisa langsung tanam. Harga jagung juga lumayn Rp6.200 per kilo. Sementara padi hanya Rp2.400 per kilo, tapi masa produksi rumit, apalagi seperti kami petani sudah tua, tenaga kurang." kata Raden Tarigan, 67 tahun, warga Desa Sumbul Lae Parira. Dairi.
Dikatakan Raden, kondisi peralihan tanaman di daerah mereka sudah berlangsung lama.
Menanggapi pengakuan warga, Kepala Bidang PPL Dinas Pertanian Dairi, Sukaedah Angkat ketika dihubungi Mistar via Whatsapp, Sabtu (20/6/2026), menyatakan keluhan para petani padi yang beralih ke tanaman jagung di Dairi sudah lama menjadi persoalan di kalangan petani sawah.
"Lima puluh persen petani padi sawah mengalihfungsikan lahan persawahaan menjadi tanaman jagung. Namun demikian penyuluh tetap memberikan sosialisasi dan kebijakan untuk memastikan pertanian sawah fokus pada target swasembada pangan berupa padi," kata Sukaedah
Dia juga menjelaskan, saat ini Dairi sedang optimalisasi peralihan lahan sawah untuk tanaman padi.
Terkait faktor petani padi banyak beralih fungsi lahan sawah menjadi tanaman jagung dengan alasan nilai ekonomis seperti disampaikan petani, Sukaedah menyarankan agar media ini menghubungi tim kerja penyuluh dari Kementerian Pertanian, bernama Roslina untuk.
"PPL sudah di bawah kendali BPP Kementerian Pertanian. Sebelumnya, Dinas Pertanian Dairi sudah melakukan sosialisasi dan optimalisasi terus dilakukan sehingga tidak ada lagi areal persawahan yang alih komoditi. Kita berharap petani padi sawah berpartisipasi aktif mendukung program swasembada padi," tambah Sukaedah
Sementara Roslina ketika dihubungi Mistar via Whatsapp, mengaku belum bisa memberikan komentar terkait banyaknya peralihan tanaman padi ke tanaman jagung dilahan persawahaan, karena saat ini keluarganya sedang dalam berduka.
"Maaf pak, mungkin saat ini belum bisa saya tanggapi karena kami lagi berduka, mohon maaf," kata Roslina, Sabtu (20/6/2026). (*)
PREVIOUS ARTICLE
Warga Porsea Kecewa Monumen Perang Dunia II DihilangkanBERITA TERPOPULER





















