Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

KSAD Maruli Simanjuntak: Adat Batak dan Pendidikan Jadi Bekal Hidup Saya

Mistar.idSelasa, 9 Juni 2026 15.24
AN
NS
ksad_maruli_simanjuntak_adat_batak_dan_pendidikan_jadi_bekal_hidup_saya

KSAD Jenderal Maruli saat diulosi tulangnya bermarga Sihotang. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut adat Batak dan semangat pendidikan yang kuat menjadi bekal penting dalam perjalanan hidupnya. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Bhakti TNI AD di Desa Hutabulu Mejan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Selasa (9/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Maruli tidak hanya memimpin Bhakti TNI AD di tanah leluhurnya, Desa Hutabulu Mejan, tetapi juga berkesempatan untuk lebih mengenal adat istiadat Batak serta melakukan ziarah ke makam leluhurnya, Ompu Sobosihon Boru Sihotang.

"Keinginan ini sebenarnya sudah begitu lama direncanakan untuk berbuat di tanah leluhur dengan mendirikan sumur bor melalui Bhakti TNI AD, serta menyaksikan secara langsung adat Batak yang sesungguhnya sangat luar biasa," ujar Maruli.

Lanjutnya, di perjalanan hidupnya, ia mungkin secara tidak langsung juga mengikuti kegiatan-kegiatan yang dikerjakan sesuai adat istiadat Batak yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan banyak yang bisa dijadikan bekal.

"Salah satunya yang paling diingat, kehebatan orang Batak selalu tentang pendidikan, dan hal tersebut langsung saya alami. Sebelum lolos di Akademi Militer, saya pernah menganggur satu tahun karena gagal pada tahap pertama. Saat itu saya merasa minder, sebab setiap ada tamu yang selalu dipertanyakan, 'Di mana kamu sekolah?' Namun, itulah yang memotivasi saya untuk terus semangat belajar," ucap KSAD.

Maruli juga menyampaikan dirinya merasa bersyukur dengan adanya kegiatan di tanah leluhurnya sehingga berkesempatan bertemu dengan keluarga besar Simanjuntak, sekaligus melakukan ziarah serta menyaksikan ritual adat Batak secara langsung.

"Ide program air sebetulnya dicetuskan oleh senior saya, di mana mereka mengingatkan saya bahwa di Indonesia telah dilakukan program pengairan, tetapi mengapa di kampung sendiri (tanah leluhur) tidak dilakukan. Dan inilah awal dari dimulainya pembangunan yang berasal dari program TNI AD," tuturnya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN