Kemenag Sumut Manfaatkan SI-RUKUN untuk Deteksi Dini Konflik Keagamaan

Kakanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi (tengah) memberikan penguatan penggunaan aplikasi SI-RUKUN untuk mendeteksi potensi konflik keagamaan. (foto: Humas Kemenag Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenag Sumut) memperkuat pemanfaatan aplikasi Early Warning System (EWS) SI-RUKUN untuk mendeteksi potensi gesekan atau konflik sosial keagamaan sejak dini.
Pemanfaatan sistem peringatan dini tersebut dimatangkan melalui kegiatan Monitoring dan Penguatan Ekosistem EWS SI-RUKUN di Aula Kemenag Langkat, Selasa (22/9/2026). Melalui aplikasi ini, laporan dan aduan masyarakat terkait potensi kerawanan dapat terserap secara real time sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, mengatakan keberagaman di Sumatera Utara membutuhkan instrumen deteksi dini yang didukung toleransi dan sinergi seluruh pihak terkait. Menurutnya, tata kelola data yang baik melalui sistem digital menjadi salah satu fondasi dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Keberagaman di Sumut merupakan kekuatan yang harus kita jaga. Maka dari itu, deteksi dini dan koordinasi harus kita perkuat agar potensi konflik bisa diketahui cepat dan dapat ditangani sejak awal,” katanya, Selasa (22/9/2026).
Ahmad juga mendorong penyuluh agama dan kepala KUA di Sumut agar lebih proaktif dalam menjalankan tugas pelayanan, khususnya dalam menjaga kerukunan beragama.
“Pengelolaan data dan pemanfaatan media sosial juga menjadi bagian dari pelayanan publik untuk menyebarluaskan informasi yang positif kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Bohorok, Muhammad Kurnia Amir, menilai aplikasi SI-RUKUN mempermudah petugas di lapangan dalam memetakan potensi kerawanan. Menurutnya, aplikasi tersebut menjadi wadah penyerapan aduan sekaligus sarana koordinasi lintas lini, mulai dari KUA hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Koordinasi tidak hanya diperlukan saat konflik muncul, tapi juga mengantisipasi dampak setelah terjadi konflik. Mari kita cegah konflik sejak dini, dan menjaga kerukunan antarumat,” ucapnya.
Kurnia berharap Langkat dapat menjadi salah satu daerah percontohan digitalisasi deteksi dini serta pencegahan konflik keagamaan di Sumut. (*)









































