Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Memilukan! Baru 7 Bulan Nikah, Kisah Cinta Pasangan Beda Negara Ini Kandas Gara-Gara Piza Vs Makanan China

Mistar.idSenin, 9 November 2026 pukul 05.00 WIB
memilukan_baru_7_bulan_nikah_kisah_cinta_pasangan_beda_negara_ini_kandas_garagara_piza_vs_makanan_china_

Liu Hao (kanan) dan Hannah Harris (kiri), pasangan suami istri asal China dan Amerika Serikat yang cerai karena perbedaan budaya akut. Mereka baru menikah 7 bulan. (Foto: DOUYIN/Kps)

Hangzhou, MISTAR.ID (9/11/2026) — Kisah cinta yang dulu dipuja-puja warganet China kini berakhir pilu. Hanya tujuh bulan setelah resmi menikah, pasangan beda negara, Liu Hao dan Hannah Harris, memutuskan berpisah.

Hubungan keduanya bermula dari pertemuan yang tak sengaja pada November 2024 di Provinsi Liaoning. Saat itu, Liu Hao (28), yang sehari-hari bekerja sebagai kurir makanan, mengantarkan pesanan ke apartemen Harris.

Di dalam lift, Liu memberanikan diri menyapa Harris (31), guru bahasa Inggris asal Alabama, Amerika Serikat, dengan kalimat bahasa Inggris yang sangat sederhana: "Halo, aku mencintaimu."

Sapaan nekat itu ternyata menjadi awal kedekatan mereka. Keduanya merasa cocok karena sama-sama menyukai kuliner, olahraga, dan hewan peliharaan.

Tanpa menunggu lama, Liu melamar Harris di stasiun kereta bawah tanah pada Januari 2025. Dua bulan kemudian, tepatnya Maret 2025, mereka resmi menikah.

Pernikahan itu sempat viral dan banjir pujian. Pasalnya, Harris tidak menuntut mahar, apartemen, ataupun mobil seperti adat pernikahan pada umumnya di China.

Liu kala itu sempat berkata di depan publik, meskipun mereka tidak saling menguasai bahasa, hati mereka justru terasa semakin dekat.

Namun, dongeng itu mulai retak setelah keduanya pindah ke Hangzhou, kota teknologi di China timur, pada September 2025. Kepindahan tersebut dilakukan agar terhindar dari musim dingin yang menusuk di wilayah utara.

Di kota baru itu, masalah mulai menumpuk. Bahasa menjadi tembok besar. Meski dibantu aplikasi penerjemah, keduanya tetap kesulitan menyampaikan perasaan yang lebih dalam dan menyelesaikan salah paham kecil sehari-hari.

Perbedaan selera makan juga ikut memperkeruh suasana. Liu terbiasa dengan hidangan khas China timur laut yang gurih dan pedas, sementara Harris lebih menyukai piza dan makanan manis.

Di sisi lain, Harris yang sudah dua tahun tinggal di China mulai merasa terasing. Ia bekerja delapan hingga sembilan jam sehari, sulit mengakses media sosial asal Amerika Serikat, dan tidak memiliki lingkaran pertemanan di lingkungan baru. Kerinduan pada kampung halaman pun semakin dalam.

Puncaknya terjadi pada 23 Oktober 2025. Melalui sebuah video, Liu mengonfirmasi bahwa mereka sepakat berpisah dan akan mengurus perceraian di Liaoning.

Liu menegaskan perpisahan itu murni karena perbedaan budaya yang tidak bisa didamaikan. Ia memastikan tidak ada perselingkuhan, tidak ada sengketa harta, dan mereka belum dikaruniai anak.

Liu juga menepis tudingan bahwa pernikahannya hanya untuk mencari popularitas atau demi mendapatkan kartu hijau Amerika Serikat. Dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar, ia mengaku bahkan tidak tahu apa itu kartu hijau saat menikah.

"Dulu saya percaya bermodal cinta saja sudah cukup," kata Liu. "Saya tidak pernah menyangka, pada akhirnya cinta itu tetap tidak mampu bertahan menghadapi kenyataan."

Saat ini, Harris masih menetap di Hangzhou dan berencana pulang ke Amerika Serikat pada musim panas mendatang. Ia menolak memberi komentar lebih lanjut.

Sementara itu, Liu sudah kembali ke Liaoning. Ia kini aktif melakukan siaran langsung untuk mempromosikan produk pertanian lokal.

Kabar perceraian ini langsung menyulut beragam reaksi warganet China. Seorang warganet menulis, ternyata kisah bak dongeng hanyalah ilusi. Cinta tidak bisa hanya mengandalkan dorongan perasaan semata. Hubungan lintas budaya jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.

Warganet lain menulis, mengucapkan "aku mencintaimu" pada hari pertama adalah tindakan gegabah. Harris lebih mementingkan ikatan emosional, bukan uang, dan Liu mungkin tidak akan pernah benar-benar memahaminya.

Sementara itu, warganet lainnya berkomentar lebih bijak, cinta adalah pengalaman, hasil akhirnya tidaklah penting.(Kompas/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN