Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dua Penerjun Payung Berpengalaman Tewas Usai Bertabrakan di Langit California

Mistar.idMinggu, 8 November 2026 pukul 17.28 WIB
dua_penerjun_payung_berpengalaman_tewas_usai_bertabrakan_di_langit_california

Ilustrasi. (foto: Artificial Intelligence/Mistar)

LAKE ELSINORE – Dua penerjun payung berpengalaman tewas setelah bertabrakan di udara dan jatuh ke tanah saat mengikuti kegiatan terjun payung terorganisasi di California Selatan, Amerika Serikat.

Dilansir Associated Press (AP), Kantor Sheriff Riverside County pada Sabtu (7/11/2026) mengidentifikasi kedua penerjun tersebut sebagai Georgia Jean, 56 tahun, asal Box Elder, South Dakota, dan Levi Pimentel, 29 tahun, dari Aurora, Illinois.

Kecelakaan terjadi sekitar tengah hari pada Jumat (6/11/2026) di Skydive Elsinore, Lake Elsinore. Keduanya diketahui merupakan penerjun payung berlisensi.

Menurut keterangan Skydive Elsinore, fase terjun bebas dan pembukaan parasut berlangsung normal. Namun, ketika bersiap melakukan pendaratan, kedua penerjun bertabrakan pada ketinggian sekitar 150 kaki atau 46 meter dari permukaan tanah.

Benturan tersebut menyebabkan parasut mereka saling terlilit. Jean dan Pimentel kemudian mengalami cedera kritis saat menghantam tanah.

Departemen Pemadam Kebakaran Riverside County menyatakan keduanya mengalami luka traumatis dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis. Namun, nyawa mereka tidak berhasil diselamatkan dan keduanya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Menurut laporan Associated Press (AP), Georgia Jean merupakan pendiri perusahaan Circle Evolution. Perusahaan tersebut merupakan kolaborasi antara Jean, yang dikenal sebagai praktisi conscious channel, dan kelompok nonfisik yang disebut The Circle of Light.

Dalam biografinya, Jean menyebut mulai menekuni olahraga terjun payung pada 2015 dan telah melakukan lebih dari 1.700 kali lompatan.

Sementara itu, Levi Pimentel tercatat di LinkedIn sebagai instruktur utama di iFLY Naperville, perusahaan yang menyediakan pengalaman terjun payung dalam ruangan.

FAA Selidiki Penyebab Kecelakaan

Kantor Sheriff Riverside County mengatakan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah diberitahu mengenai insiden tersebut.

FAA akan mengumpulkan parasut milik kedua penerjun sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Insiden ini kembali menyoroti risiko dalam olahraga terjun payung, termasuk saat melakukan manuver dan persiapan pendaratan.

Asosiasi Terjun Payung Amerika Serikat (USPA) mencatat bahwa sepanjang 2025, para anggotanya melakukan sekitar 3,47 juta kali lompatan dengan 16 kasus kematian.

Organisasi tersebut juga melaporkan bahwa 5,6 persen anggotanya mengalami cedera yang membutuhkan penanganan medis. Cedera pergelangan kaki saat pendaratan menjadi salah satu jenis cedera yang paling umum terjadi. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN