Sepekan Dugaan Keracunan MBG di MTsN 2 Kisaran, DPRD Asahan Belum Jadwalkan RDP

Sejumlah murid MTs Negeri 2 Kisaran saat dirawat di IGD usai konsumsi MBG. (foto: perdana/mistar)
Asahan, MISTAR.ID - Sepekaan pasca insiden puluhan murid MTs Negeri 2 Kisaran masuk IGD usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), belum ada keterangan dan informasi lebih lanjut terkait penyebab dugaan keracunan tersebut.
Bahkan, DPRD Asahan hingga saat ini belum menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP). Hal itu disampaikan Ketua Komisi B, Dodi Sayendra saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/9/2026).
“Sampai saat ini belum dilakukan (RDP). Kami masih tugas di luar. Mungkin baru bisa beberapa hari ke depan,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Kondisi ini mendapat sorotan dari aktivis perempuan, Dianti Novita Marwa.
Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD Asahan terkait hal ini harus menjadi persoalan serius dan perlu segera dibahas secara bersama-sama agar penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas dan lebih penting peristiwa serupa tidak boleh terulang.
"Fungsi pengawasan DPRD jangan sampai hanya berhenti pada menerima laporan titik ketika ada pelajaran yang sakit mengkonsumsi MBG pada kejadian kemarin, harus ada langkah konkrit untuk evaluasi dan pengawasan yang dilakukan jangan didiamkan berharap kasus ini tenggelam ditelan waktu," ujarnya.
Dianti yang juga mengajukan notifikasi Citizen Lawsuit ke sejumlah pihak termasuk DPRD Asahan ini berharap perisitiwa di MTs Negeri 2 Kisaran tidak boleh dianggap selesai begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban pihak yang berwenang.
Untuk diketahui, puluhan murid MTs Negeri 2 Kisaran mendadak masuk IGD rumah sakit secara bersama-sama usai makan siang mengonsumsi MBG, Senin (14/9/2026).









































