Jelang Nataru, Bupati Sergai Minta Forkopimda Perkuat Pengamanan dan Stabilitas Harga

Bupati Sergai H Darma Wijaya saat memimpin rapat Forkopimda. (foto: istimewa/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tiga isu krusial menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, yakni pengamanan perayaan, stabilitas harga bahan pokok, serta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam.
Penegasan tersebut disampaikan Darma saat memimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sergai yang digelar di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (15/12/2025). Rapat dihadiri Wakil Bupati Sergai H Adlin Tambunan, unsur Forkopimda, Sekdakab Sergai Suwanto Nasution, para kepala OPD, serta perwakilan instansi terkait.
Menurut Darma Wijaya, momentum Nataru selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerawanan, baik dari sisi keamanan, lalu lintas, maupun ketertiban umum. Oleh karena itu, ia meminta jajaran TNI dan Polri memimpin langsung pengamanan Nataru di seluruh wilayah Sergai.
Pengamanan difokuskan pada gereja dan tempat ibadah lainnya, objek wisata, serta lokasi perayaan malam Tahun Baru. Selain itu, rekayasa lalu lintas diminta disiapkan secara matang guna meminimalkan kemacetan, terutama di jalur utama serta pintu masuk dan keluar daerah.
Darma juga menekankan pengaktifan posko keamanan dan pelayanan terpadu yang melibatkan Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP. Posko tersebut harus siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan dan respons cepat kepada masyarakat. Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan diminta memastikan kesiapan fasilitas serta tenaga medis di seluruh posko pelayanan.
“Selain pengamanan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok juga harus menjadi perhatian serius menjelang Nataru,” ujar Darma Wijaya.
Ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Pertanian melakukan monitoring intensif ke pasar dan gudang distributor untuk memastikan ketersediaan beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dalam kondisi aman.
Apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan, Ia menginstruksikan agar segera dilakukan operasi pasar atau pasar murah sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Darma juga mengingatkan aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap praktik penimbunan dan permainan harga.
Memasuki masa transisi dan puncak musim hujan, Darma turut mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Ia menekankan perlunya pemetaan risiko bencana hingga tingkat desa dan kelurahan, serta memastikan kesiapan logistik dasar seperti bahan pangan, obat-obatan, tenda, dan perahu karet.
“Sosialisasi jalur evakuasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana harus terus dilakukan, disertai langkah preventif seperti pembersihan drainase, normalisasi sungai, serta pemeriksaan infrastruktur vital yang berpotensi terdampak banjir dan cuaca ekstrem,” katanya.
Di akhir arahannya, Darma Wijaya menegaskan keberhasilan pengamanan Nataru, stabilitas harga, dan kesiapsiagaan bencana sangat bergantung pada koordinasi dan komitmen seluruh unsur Forkopimda, OPD, serta pemangku kepentingan terkait.
“Dengan kerja sama yang solid, saya optimistis kita mampu menjamin rasa aman masyarakat, menjaga stabilitas kebutuhan pokok, serta merespons cepat setiap potensi bencana,” ucapnya. (hm24)



















