Hasil Panen Padi di Desa Siantar Dangsina Menurun Hingga 50 Persen

Sawah di Desa Siantar Dangsina, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Hasil panen raya 2026 di Desa Siantar Dangsina, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, menurun hingga 50 persen.
Sejumlah warga menyebutkan serangan hama menjadi penyebabnya. Kemudian, warga menduga serangan hama dipicu karena percobaan program pemerintah dengan menanam padi dua kali dalam setahun di wilayah tersebut.
"Panen saya berkurang hingga 50 persen. Biasanya dari satu petak sawah, saya bisa panen delapan goni. Kali ini hanya empat goni (karung ukuran 90-100 kilogram)," ucap seorang petani Umri Marpaung, Senin (22/6/2026).
Umri menambahkan, selain diduga karena program menanam dua kali dalam setahun, populasi hama tikus semakin banyak karena petani mengganti bibit padi dari lokal ke hibrida.
Dijelaskannya, padi lokal memang lebih lama masa panennya atau sekitar enam bulan. Sedangkan padi hibrida hanya tiga bulan sudah bisa dipanen.
"Sebelum dilakukan program tanam dua kali, tidak pernah terjadi serangan tikus separah ini. Paling dari delapan goni berkurang satu goni paling banyak. Padahal, selama ini di Kecamatan Porsea dan Siantar Narumonda hanya menanam satu kali padi dalam satu tahun selama ratusan tahun," ujarnya.
Warga lainnya, R. Marpaung berharap agar pemerintah tidak terlalu memaksakan program tanam dua kali kepada petani di Toba jika tidak dapat memberikan solusi saat serangan hama tikus terjadi.
"Tanam sekali dalam setahun menjadi dua kali tidak semudah membalikkan telapak tangan. Buktinya, begitu dilaksanakan percobaan tanam dua kali, serangan tikus yang begitu masif justru terjadi. Masalah ini bukan terjadi di desa kami saja. Di Kecamatan Porsea juga terjadi," tuturnya. (hm20)




















