Saturday, June 6, 2026
home_banner_first
SUMUT

Serangan Hama Tikus di Porsea Toba, Hasil Panen Padi Petani Turun hingga 30 Persen

Mistar.idSabtu, 6 Juni 2026 11.37
journalist-avatar-top
NS
serangan_hama_tikus_di_porsea_toba_hasil_panen_padi_petani_turun_hingga_30_persen

Petani padi di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, saat melakukan panen. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Tanaman padi milik petani di Dusun III, Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, mengalami penurunan hasil panen pada 2026. Kondisi tersebut diduga dipicu serangan hama tikus yang merusak areal persawahan warga.

Salah seorang warga Dusun III Desa Patane I, H. Sirait, mengatakan serangan hama tikus tahun ini terbilang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hampir seluruh lahan padi milik warga terdampak serangan hama tersebut.

“Kami belum bisa memastikan penyebab serangan hama tikus tahun ini begitu masif. Padahal petani sudah melakukan tanam serentak dan membersihkan area sekitar sawah. Untuk sementara diperkirakan sekitar 10 hektare lahan sawah terserang hama tikus,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan petani lainnya, Riana. Ia mengaku hasil panennya berkurang sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu. Jika biasanya mampu menghasilkan sekitar 100 kaleng padi, tahun ini hanya mencapai 70 kaleng.

“Untuk mengantisipasi serangan hama tikus, saya sudah menaburkan racun di area sawah dan pematang. Namun, upaya itu tidak terlalu berpengaruh. Uniknya, justru bagian tengah sawah yang paling banyak habis dimakan tikus,” katanya.

Serangan hama tikus tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga para pekerja panen. Berkurangnya hasil panen membuat pendapatan mereka ikut menurun.

Pimpinan rombongan pemanen, K. Panjaitan, mengatakan biasanya kelompoknya mampu memanen hingga 700 kaleng padi per hari. Namun akibat serangan hama tikus, hasil panen kini hanya sekitar 500 kaleng per hari.

“Luas lahan yang dipanen dalam sehari tetap sama, tetapi hasilnya jauh berkurang. Rasa lelah semakin terasa karena kami lebih banyak berjalan dibanding menyabit padi. Meski begitu, kondisi ini sudah menjadi risiko pekerjaan kami,” ujarnya.

Para petani berharap adanya perhatian dan langkah penanganan dari pihak terkait untuk mengendalikan serangan hama tikus agar tidak semakin merugikan petani pada musim tanam berikutnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN