Monday, August 3, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Tapteng Percepat Normalisasi Sungai Usai Banjir Susulan di Tukka dan Badiri

Mistar.idSenin, 3 Agustus 2026 pukul 14.56 WIB
bupati_tapteng_percepat_normalisasi_sungai_usai_banjir_susulan_di_tukka_dan_badiri_

Kondisi banjir susulan di Tukka dan Badiri. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) bergerak cepat menangani banjir susulan yang melanda sejumlah wilayah sejak Minggu (2/8/2026) sore hingga Senin (3/8/2026), dengan melakukan normalisasi sungai sebagai langkah darurat untuk mengurangi risiko banjir kembali terjadi.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, saat meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka. Kunjungan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat sasaran, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga terdampak.

Masinton mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Silaga-laga meluap hingga menggenangi permukiman warga di Kelurahan Sipange.

Ia menginstruksikan agar alat berat segera didatangkan untuk mempercepat normalisasi sungai sehingga aliran air kembali lancar. "Normalisasi harus segera dilakukan. Alat berat harus secepatnya kita datangkan agar penanganan berjalan maksimal," ujarnya.

Selain normalisasi, Pemkab Tapteng juga akan melakukan pengerukan Sungai Sipange guna mengembalikan kapasitas tampung sungai dan mengurangi potensi banjir berulang.

Untuk penanganan jangka panjang, Masinton mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum terkait rencana pembangunan sabo dam di bagian hulu Sungai Sipange sebagai pengendali material dan debit air.

"Penanganan dimulai dari wilayah hulu, kemudian kawasan permukiman. Dengan begitu, air dari hulu tidak langsung menggenangi rumah-rumah warga," katanya.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkab Tapteng juga berencana membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) di Kelurahan Sipange. Program tersebut akan menjadi percontohan penanganan banjir yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.=

Menurut Masinton, pemerintah juga akan mendorong semangat gotong royong melalui berbagai program, termasuk pemberian bibit ayam kepada kelompok masyarakat untuk membantu meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan itu, Masinton berdialog langsung dengan warga terdampak untuk mendengarkan aspirasi sekaligus memastikan kebutuhan mendesak segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Kami berkomitmen menghadirkan penanganan banjir yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pascabencana," tuturnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tapanuli Tengah melaporkan potensi hujan masih berlanjut pada Senin (3/8/2026) hingga sore hari.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di wilayah Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan sekitarnya.

"Kondisi ini diperkirakan masih berpotensi hingga pukul 15.00 WIB. Informasi cuaca akan terus diperbarui sesuai perkembangan," tulis BMKG melalui akun resminya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN