Air PDAM Lahewa Kembali Diduga Tercemar, Ribuan Pelanggan Nias Utara Menunggu Kepastian

PDAM Tritanadi Unit Lahewa buat pengumuman terkait kondisi air (Foto: Istimewa/Mistar)
Nias Utara, MISTAR.ID
Ribuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Unit Lahewa, Kabupaten Nias Utara, kembali menghadapi persoalan serius setelah sumber air yang selama ini didistribusikan kepada masyarakat diduga kembali mengalami pencemaran.
Akibat kondisi tersebut, PDAM Lahewa menghentikan pendistribusian air bersih sejak 6 Juni 2026. Hingga kini, layanan belum kembali normal dan belum ada kepastian kapan distribusi air akan dilanjutkan.
Situasi ini memicu keluhan warga, terutama pelanggan di kawasan Pasar Lahewa dan sekitarnya yang selama beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Unit PDAM Tirtanadi Lahewa, Faozanolo Gea, membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel air yang telah dikirim ke laboratorium di Medan.
Menurutnya, hingga Selasa (9/6/2026), hasil pengujian tersebut belum diterima sehingga penyebab pasti pencemaran belum dapat dipastikan.
"Kami masih menunggu hasil laboratorium dari Medan. Sampai saat ini hasilnya belum kami terima," ujar Faozanolo Gea saat ditemui di kantornya.
Saat melakukan peninjauan ke lokasi penampungan air, kondisi air yang tersisa di dalam bak terlihat tidak normal. Permukaan air tampak berminyak dan mengeluarkan aroma tidak sedap yang menyerupai bau busuk dan amis.
Temuan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait kualitas air yang selama ini digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Di tengah keluhan masyarakat yang terus bermunculan, warga menilai belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk turun langsung meninjau lokasi dan mencari sumber pencemaran.
Saat dikonfirmasi, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega mengarahkan pertanyaan kepada Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nias Utara, Sukemi Harefa, mengatakan pihaknya masih menunggu instruksi dari pimpinan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Kami masih menunggu arahan pimpinan. Selain itu, kami memiliki keterbatasan dalam mendeteksi sumber pencemaran air yang dikelola PDAM Lahewa," ujarnya.
Ia juga menyarankan agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Sekretaris Daerah untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait langkah yang akan diambil pemerintah daerah.
Warga Pertanyakan Penyebab Pencemaran Berulang
Kasus pencemaran air yang terjadi kali ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, ini merupakan ketiga kalinya air yang dikelola PDAM Unit Lahewa dinyatakan tercemar dalam waktu yang relatif singkat.
Sejumlah pelanggan mengaku heran dengan kondisi tersebut. Mereka menilai kejadian ini berbeda dengan situasi sebelumnya karena selama puluhan tahun air dari sumber yang sama tidak pernah mengalami masalah serupa.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, PDAM, dan instansi terkait segera menemukan sumber pencemaran serta memberikan solusi agar layanan air bersih dapat kembali dinikmati secara normal oleh ribuan pelanggan di Nias Utara.
Sampai saat ini, warga masih menunggu hasil laboratorium yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti pencemaran dan menjadi dasar langkah penanganan selanjutnya.
BERITA TERPOPULER





















