57 Pelari dari 34 Negara Taklukkan Lintasan Ekstrem Samosir

Pelari TOTK 100K tiba di water station Desa Ronggur Nihuta, Kecamatan Ronggur Nihuta. (Foto: Istimewa/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Sebanyak 57 pelari dari 34 negara memulai tantangan ekstrem kategori 100 kilometer (100K) dalam ajang Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 yang dilepas langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution, bersama Bupati Samosir Vandiko Gultom di kawasan Water Front City Pangururan, Sabtu (13/6/2026).
Kategori 100K ini menjadi nomor paling panjang dan menantang dalam rangkaian TOTK 2026, dengan batas waktu maksimal 30 jam untuk menaklukkan lintasan yang melintasi berbagai medan ekstrem di Kabupaten Samosir.
Para pelari harus melewati rute panjang yang mencakup Pangururan, Paraduan, Ronggur Nihuta, Huta Tinggi, Sitao-tao, kawasan Pusuk Buhit, Pusat Informasi Geopark, Sianjur Mulamula, Ginolat, Bonan Dolok, Bukit Burung, hingga kembali finis di Water Front City Pangururan.
Lintasan tersebut menawarkan kombinasi perbukitan, hutan, perkampungan masyarakat Batak, hingga panorama Danau Toba yang menjadi daya tarik utama dan membedakan Trail of The Kings dari ajang lari lintas alam lainnya di dunia.
Pelepasan peserta ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, yang menilai meningkatnya partisipasi pelari internasional menjadi bukti semakin kuatnya posisi TOTK di kancah global.
“Pada tahun kedua penyelenggaraan ini, jumlah negara asal peserta meningkat dari 27 negara menjadi 34 negara. Ini menunjukkan bahwa Trail of The Kings semakin mendapat perhatian dunia. Kita berharap tahun depan jumlah negara peserta kembali bertambah karena event seperti ini sangat efektif untuk memperkenalkan keindahan pariwisata Samosir dan Danau Toba kepada masyarakat internasional,” ujarnya.
Baca Juga: Trail of The Kings 2026 Pecahkan Rekor, 1.015 Pelari dari 34 Negara Bakal Ramaikan Samosir
Bupati Samosir Vandiko Gultom menyebut kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar untuk memperkuat citra Samosir sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
“Kami menyambut seluruh peserta dari berbagai negara dengan penuh sukacita. Melalui Trail of The Kings, para pelari tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga menikmati pengalaman yang unik saat menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Samosir. Kami berharap para peserta membawa pulang cerita indah tentang Samosir dan Danau Toba ke negara masing-masing,” katanya.
Ia juga menegaskan event ini memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal, seiring meningkatnya jumlah pelari dan pendamping yang hadir di Samosir.
Menurutnya, sport tourism menjadi strategi penting untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba. (hm20)
BERITA TERPOPULER






















