Pohon Tumbang Lumpuhkan Akses ke Danau Toba di Simalungun, Lalu Lintas Pulih dalam Hitungan Jam

Petugas saat mengevakuasi pohon tumbang di jalan menuju Danau Toba di Girsang Sipangan Bolon, Simalungun. (foto:istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Akses menuju Danau Toba di Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsib), Kabupaten Simalungun, sempat lumpuh total akibat pohon tumbang yang menutup badan jalan, Kamis (26/3/2026) sore. Peristiwa ini terjadi di lokasi yang sehari sebelumnya dilanda kebakaran lahan, sehingga kondisi tanah menjadi labil.
Proses penanganan berlangsung cepat dan terkoordinasi. Petugas dari kecamatan, BPBD, TNI-Polri, dibantu warga, berjibaku mengevakuasi batang pohon berukuran besar yang melintang di tengah jalan. Sebuah mobil pemadam kebakaran disiagakan di lokasi, sementara petugas lain menggunakan peralatan sederhana untuk memotong dan menggeser batang kayu.
Tak hanya pohon, material tanah yang ikut terbawa longsor kecil juga menambah berat proses pembersihan. Kondisi jalan yang sempit di kawasan perbukitan membuat evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Saragih, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan dari warga. Koordinasi cepat antara lurah, aparat, dan tim gabungan menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan.
"Begitu mendapat informasi, lurah langsung turun ke lokasi. Titik ini memang berada di area bekas kebakaran kemarin, sehingga tanahnya ikut terbawa saat pohon tumbang," ujarnya.
Meski sempat menyebabkan antrean kendaraan dari dua arah, arus lalu lintas berhasil dipulihkan dalam waktu relatif singkat.
"Kurang dari satu jam sudah bisa dilalui. Sempat mengakibatkan macet, tapi seluruh tim bekerja ekstra. Saat ini tinggal pembersihan sisa material agar badan jalan kembali rata dan aman dilintasi," kata Victor.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur rawan, terutama di kawasan dengan kondisi tanah yang telah terganggu akibat kebakaran maupun cuaca ekstrem.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya respons cepat lintas instansi dalam menjaga kelancaran mobilitas warga, khususnya di jalur vital kawasan wisata Parapat dan sekitarnya. (hm27)





















