Puncak Arus Lebaran 2026, Parapat Macet Parah hingga Nyaris Lumpuh: Wisatawan Membludak ke Danau Toba

Antrean kendaraan di ruas Pematangsiantar-Parapat pada momen lebaran 1447 H. (foto:istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Puncak arus libur Lebaran 1447 Hijriah di kawasan wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsib), Kabupaten Simalungun, diwarnai kemacetan panjang pada Senin (23/3/2026). Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat memadati jalur lintas Pematangsiantar–Parapat hingga menyebabkan arus lalu lintas nyaris lumpuh.
Kepadatan kendaraan terlihat mengular dari berbagai titik menuju Parapat. Dominasi sepeda motor yang tetap dapat melintas di sejumlah rekayasa lalu lintas turut memperparah kondisi di lapangan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, Ipda Yancen Hutabarat, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mengurai kemacetan, termasuk pengalihan arus di Simpang Palang. Namun, lonjakan volume kendaraan yang signifikan menjadi kendala utama.
"Kami sudah melakukan pengalihan arus, tetapi kendaraan roda dua tetap bisa lewat. Kapolres dan Kasat Lantas juga sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengaturan. Kami terus berupaya agar kemacetan segera terurai," ujarnya.
Di sisi lain, Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Sijabat, menyebut situasi Parapat pada H+2 Lebaran tahun ini tergolong sangat padat. Pemberlakuan sistem satu arah (one way) membuat antrean kendaraan roda empat dari arah Toba semakin panjang di jalur utama.

Keterangan gambar: Antrean kendaraan di ruas Pematangsiantar-Parapat pada momen lebaran 1447 H. (foto:istimewa/mistar)
Ia mengimbau para pengendara dan wisatawan untuk tetap bersabar serta mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan tersebut. Selain itu, pengunjung juga diminta menjaga kebersihan lingkungan di tengah tingginya aktivitas wisata.
"Kami mengimbau agar sampah dibuang pada tempatnya. Pelaku usaha wisata juga sudah diminta menyediakan fasilitas tempat sampah," kata Victor.
Terkait pengangkutan sampah, ia mengakui adanya kendala akibat kemacetan yang menghambat mobilitas petugas. Meski demikian, pelayanan tetap diupayakan optimal dengan penyesuaian waktu operasional.
"Pengangkutan sedikit terkendala karena lalu lintas macet. Petugas tetap siaga dan kemungkinan dilakukan pada sore atau malam hari, menyesuaikan kondisi di lapangan," katanya.
Lonjakan kendaraan pada H+2 Lebaran ini menjadi indikasi tingginya minat masyarakat mengunjungi kawasan Danau Toba. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi pengelola kawasan dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas dan kebersihan lingkungan di tengah membludaknya wisatawan. (hm27)



















