Pernyataan Sikap Mahasiswa Universitas Efarina Terkait Kondisi Ekonomi Nasional

Sekelompok mahasiswa tergabung dalam BEM Universitas Efarina. (foto: istimewa/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Efarina menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa (Presma) BEM Universitas Efarina, Depandes Nababan, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa.
"Saat ini ada beberapa persoalan mulai dari tekanan ekonomi, melemahnya daya beli masyarakat, hingga ketidakpastian masa depan generasi muda," ujar Depandes, Minggu (14/6/2026).
Mahasiswa menilai persoalan ekonomi tidak dapat dipandang hanya sebagai angka dalam laporan atau grafik semata. Dampak pelemahan ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya beban kebutuhan hidup, menurunnya kemampuan ekonomi keluarga, serta semakin besarnya tantangan yang dihadapi masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Berbagai keresahan yang muncul belakangan ini juga tercermin dari kembali menguatnya suara mahasiswa di sejumlah daerah yang menyoroti kondisi ekonomi nasional, termasuk persoalan nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap kehidupan rakyat. Situasi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah," ujarnya.
Baca Juga: BEM Universitas Efarina Kritik Program MBG, Soroti Prioritas Pendidikan dan Nasib Guru Honorer
Sebagai mahasiswa yang berada di wilayah Pematangsiantar dan Simalungun, mereka menegaskan tidak dapat berdiri jauh dari realitas yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa menilai tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat di daerah merupakan bagian dari persoalan nasional yang perlu mendapat solusi nyata dan berkelanjutan.
Dependes menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memahami keadaan, tetapi juga berani menyampaikan sikap terhadap berbagai persoalan yang terjadi.
Ia juga menekankan kampus harus tetap menjadi ruang lahirnya kepedulian sosial dan pemikiran kritis yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM Universitas Efarina mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi masyarakat dari dampak tekanan ekonomi yang terjadi.
"Mahasiswa juga meminta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi menambah beban masyarakat dan mengurangi kesejahteraan rakyat," ucapnya.
Selain itu, BEM Universitas Efarina mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan mahasiswa dan masyarakat sipil dalam menentukan arah kebijakan bangsa.
"Keterlibatan publik merupakan bagian penting dalam proses demokrasi dan pengambilan keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat," ujarnya.
Melalui pernyataan tersebut, BEM Universitas Efarina juga mengajak seluruh mahasiswa di Pematangsiantar–Simalungun untuk kembali menghidupkan budaya kritis melalui diskusi, kajian, dan gerakan intelektual.
BERITA TERPOPULER
























