Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Tekankan Disiplin Anggaran Dalam Pelaksanaan APBD 2026

Mistar.idSabtu, 7 Februari 2026 pukul 11.40 WIB
pemkab_simalungun_tekankan_disiplin_anggaran_dalam_pelaksanaan_apbd_2026

Sosialisasi pelaksanaan APBD 2026. (foto: dok Diskominfo/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mulai memanaskan mesin pengelolaan keuangan daerah menjelang Tahun Anggaran 2026. Melalui Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Pemkab Simalungun menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema 'Pengelolaan Keuangan yang Efektif dan Efisien, Transparansi dan Akuntabel' ini berlangsung di Ruang Bougenville Simalungun City Hotel, Pamatang Raya. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah seluruh perangkat daerah dalam menghadapi tantangan fiskal tahun depan.

Sosialisasi diikuti seluruh sekretaris perangkat daerah se-Kabupaten Simalungun, termasuk dari RSUD dan kecamatan, serta pejabat yang membidangi program dan perencanaan. Kehadiran Sekretaris Daerah Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, menegaskan komitmen pimpinan daerah dalam memastikan tata kelola keuangan berjalan sesuai prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

Sebagai narasumber utama, Fernando H Siagian, Kasubdit Perencanaan Anggaran Wilayah I Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah, memaparkan secara komprehensif arah kebijakan dan teknis pelaksanaan anggaran 2026. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang realistis, tepat sasaran, dan selaras dengan kebijakan nasional.

Dalam pemaparannya, Fernando mengulas strategi pelaksanaan anggaran di tengah dinamika kebijakan fiskal, sekaligus mendorong pemerintah daerah agar adaptif dan disiplin dalam pengelolaan belanja. Sinkronisasi dengan program prioritas nasional menjadi sorotan utama, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, pembangunan tiga juta rumah, serta program swasembada pangan.

Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Kondisi tersebut menuntut setiap perangkat daerah di lingkungan Pemkab Simalungun untuk melakukan efisiensi yang ketat, sekaligus mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan dan belanja yang menjadi tanggung jawabnya.

Melalui sosialisasi ini, Pemkab Simalungun berharap seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang utuh dan seragam dalam melaksanakan APBD 2026, sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN