Thursday, July 9, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Bupati Anton Ajak Pelajar Kenali Sejarah Lewat Museum Simalungun

Mistar.idKamis, 9 Juli 2026 pukul 09.47 WIB
bupati_anton_ajak_pelajar_kenali_sejarah_lewat_museum_simalungun

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih saat mengunjungi Museum Simalungun di Pematangsiantar. (Foto: Diskominfo Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Di tengah arus modernisasi, Museum Simalungun dinilai tetap memiliki peran penting sebagai tempat menyimpan jejak perjalanan masyarakat Simalungun. Hal itu disampaikan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih saat mengunjungi Museum Simalungun di Jalan Sudirman, Pematangsiantar, Rabu (8/7/2026).

Perlengkapan adat hingga artefak berusia puluhan tahun menjadi perhatian dalam kunjungannya bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Eka Candra Barus, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Franky Purba, Kepala Bidang Kebudayaan Masrah, serta sejumlah staf.

Menurut Anton, museum semestinya tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi sejarah. Keberadaannya juga perlu dimanfaatkan sebagai ruang belajar, terutama bagi generasi muda yang ingin mengenal asal-usul daerahnya.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya," kata Anton.

Ia mengaku masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perjalanan sejarah Simalungun. Karena itu, ia mengajak sekolah dan perguruan tinggi menjadikan museum sebagai salah satu tujuan kegiatan belajar.

Harapan serupa disampaikan tokoh masyarakat Simalungun, Sarmedi Purba. Ia menilai museum merupakan aset budaya yang layak mendapat perhatian lebih besar. Menurutnya, pembenahan fasilitas perlu dilakukan agar museum semakin menarik sebagai tempat belajar sekaligus tujuan wisata sejarah.

"Museum adalah pondasi peradaban. Budaya adalah dasar berdirinya sebuah peradaban, dan tanpa budaya yang kuat, kemajuan tidak akan berjalan kokoh," ujarnya.

Sarmedi juga berharap pemerintah daerah dapat membangun komunikasi dengan pemerintah pusat sehingga pengembangan Museum Simalungun memperoleh dukungan.

Sementara itu, Tim Ahli Cagar Budaya Ari Sinaga mengatakan museum tersebut menyimpan banyak catatan mengenai perjalanan masyarakat Simalungun. Bukan hanya benda bersejarah, tetapi juga berbagai dokumentasi yang menggambarkan perkembangan kehidupan masyarakat dari masa ke masa.

Bagi Ari, koleksi itu menjadi pengingat bahwa sejarah tidak cukup hanya diceritakan, tetapi juga harus dirawat agar tetap bisa dipelajari oleh generasi yang akan datang.

"Keberadaannya harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja," ujarnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN