Sunday, June 21, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

BPBD Simalungun Catat 38 Kebakaran Hingga Juni 2026

Mistar.idRabu, 17 Juni 2026 pukul 13.42 WIB
AN
IH
bpbd_simalungun_catat_38_kebakaran_hingga_juni_2026

Petugas Damkar BPBD Simalungun saat memadamkan api yang membakar rumah warga di Kecamatan Jorlang Hataran beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Sebanyak 38 kejadian kebakaran terjadi di Kabupaten Simalungun sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026. Meski angka kejadian tergolong tinggi, seluruh peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Data tersebut disampaikan Plh Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Jimmi Purba, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan catatan BPBD Simalungun, dari total 38 kejadian kebakaran, sebanyak 28 kasus merupakan kebakaran bangunan. Kemudian, kebakaran hutan dan lahan sebanyak tujuh kejadian, kebakaran kendaraan dua kejadian, serta satu kejadian kebakaran pohon.

Dominasi kebakaran bangunan menunjukkan bahwa ancaman kebakaran masih banyak terjadi di kawasan permukiman dan fasilitas milik masyarakat. Namun demikian, Jimmi memastikan seluruh kejadian yang tercatat hingga pertengahan tahun ini tidak menimbulkan korban jiwa.

"Untuk korban jiwa nihil. Sampai saat ini tidak ada korban meninggal dunia akibat kejadian kebakaran yang terjadi di Kabupaten Simalungun," ujarnya.

Luas wilayah Kabupaten Simalungun yang menjadi salah satu daerah terluas di Sumatera Utara masih menjadi tantangan tersendiri bagi petugas saat melakukan penanganan.

Menurut Jimmi, kendala utama yang dihadapi bukan pada kesiapan personel, melainkan waktu tempuh menuju lokasi kejadian yang kerap cukup jauh.

"Kalau kendala, hanya karena luas wilayah Kabupaten Simalungun. Paling kendala kami di waktu tempuh menuju lokasi kebakaran saja," katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian kebakaran, BPBD Simalungun bersama unit pemadam kebakaran tetap menyiagakan armada di sejumlah titik strategis. Saat ini, mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan pada tujuh pos pelayanan masih dalam kondisi siaga untuk merespons laporan masyarakat.

Namun demikian, jumlah mobil pemadam terbilang masih minim mengingat luas wilayah Habonaron do Bona yang mencakup 32 kecamatan. Saat ini, pos pemadam kebakaran berada di Raya, Tigarunggu, Parapat, Ujung Padang, Tanah Jawa, Perdagangan, dan Siantar.

BPBD mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi korsleting listrik, penggunaan kompor dan peralatan elektronik, serta aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran bangunan maupun lahan. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN