Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Warga Karangsari Gelar Zikir 1 Muharram di Tanah Wakaf, Ini Kisah Amal Jariyah Almarhum Tugirin

Mistar.idSelasa, 16 Juni 2026 19.59
journalist-avatar-top
IH
warga_karangsari_gelar_zikir_1_muharram_di_tanah_wakaf_ini_kisah_amal_jariyah_almarhum_tugirin

Warga Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun melakukan Zikir Akbar di momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. (foto: Abdi/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan masyarakat Nagori Karangsari untuk memperkuat ukhuwah dan mengenang nilai-nilai amal jariyah melalui kegiatan zikir dan doa bersama yang digelar di kawasan Tanah Wakaf Bukit Indah Tugirin, Huta IX Karangsari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Selasa (16/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan tersebut dikoordinasikan oleh Kenadziran Tanah Wakaf bersama Perwiritan Massal ibu-ibu se-Nagori Karangsari. Selain sebagai peringatan Tahun Baru Islam, acara ini juga menjadi sarana memperkenalkan kepada masyarakat bahwa tanah wakaf yang telah dihibahkan almarhum Tugirin kini telah siap dimanfaatkan untuk kepentingan umat, khususnya sebagai lokasi pemakaman warga di masa mendatang.

Pangulu Nagori Karangsari, Yuda Muspianto, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Tugirin beserta keluarga besar yang telah mewakafkan lahan tersebut demi kemaslahatan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Nagori Karangsari, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada almarhum Bapak Tugirin dan seluruh keluarga besar yang telah mewakafkan tanah ini untuk kepentingan umat. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Yuda.

Ia juga mengapresiasi kerja keras pengurus Kenadziran Tanah Wakaf yang selama ini telah berupaya mengelola dan mempersiapkan lahan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus Kenadziran Tanah Wakaf, Perwiritan Massal se-Nagori Karangsari, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan bantuan. Semoga tanah wakaf ini benar-benar membawa manfaat besar bagi warga Karangsari,” ujarnya.

Acara diawali dengan zikir bersama, dilanjutkan tausiyah dan doa yang disampaikan Al-Ustaz Drs. Rustam Asyari Ritonga. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya wakaf sebagai salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.

“Keteladanan almarhum Tugirin dalam mewakafkan tanah untuk kepentingan umat patut dijadikan inspirasi bagi masyarakat agar semakin gemar berbagi dan berbuat kebaikan yang berdampak jangka panjang,” kata Ustaz Rustam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Gusmiyadi, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Suriawan, Camat Gunung Maligas, Babinsa, Maujana, LPM, pengurus Kenadziran Tanah Wakaf, Perwiritan Massal ibu-ibu se-Nagori Karangsari, pengurus BKM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta para bilal mayit dan penggali kubur.

Suasana penuh keakraban semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan bersama di penghujung acara. Kebersamaan yang terjalin menjadi simbol kuatnya persatuan masyarakat Karangsari dalam menyambut Tahun Baru Islam sekaligus mendukung pemanfaatan tanah wakaf demi kepentingan generasi mendatang. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN