Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

BPBD Simalungun Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Longsor dan Banjir

Mistar.idSelasa, 16 Juni 2026 13.37
journalist-avatar-top
IH
bpbd_simalungun_tingkatkan_kesiapsiagaan_hadapi_potensi_longsor_dan_banjir

Longsor akibat cuaca ekstrem menutup akses jalan menuju Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, beberapa waktu lalu. (foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana, seperti tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan melalui pemantauan rutin, penyebaran surat edaran kewaspadaan, hingga penyiapan personel serta sarana dan prasarana kebencanaan.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Simalungun, Jimi Purba, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi di seluruh kecamatan dan desa/nagori guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

"BPBD secara rutin melakukan pemantauan ke kecamatan-kecamatan dan desa/nagori di Kabupaten Simalungun. Selain itu, kami juga telah mengeluarkan surat edaran dan imbauan kepada seluruh kecamatan, kelurahan, dan nagori agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana," ujar Jimi Purba, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan melalui pemantauan lapangan, tetapi juga dengan memastikan seluruh personel siaga serta ketersediaan sarana dan prasarana penanganan darurat dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi bencana.

Berdasarkan data BPBD, sejumlah wilayah di Kabupaten Simalungun memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor. Kecamatan Raya Kahean dan Silou Kahean menjadi kawasan yang mendapat perhatian khusus karena kondisi geografisnya rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Selain itu, beberapa kecamatan lain yang masuk kategori rawan longsor antara lain Pematang Sidamanik, Haranggaol, Girsang Sipangan Bolon, Dolok Pardamean, Silimakuta, dan Purba. Wilayah-wilayah tersebut berada di kawasan perbukitan dan lereng yang berpotensi mengalami longsor saat curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Sementara itu, ancaman banjir masih membayangi sejumlah daerah dataran rendah dan kawasan yang dilalui aliran sungai. Kecamatan Siantar, Tanah Jawa, Tapian Dolok, dan Dolok Batu Nanggar dipetakan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami banjir ketika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor maupun banjir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau petugas kebencanaan apabila menemukan tanda-tanda bencana, seperti retakan tanah, pergeseran lereng, maupun peningkatan debit air sungai yang tidak normal.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN