Saturday, August 8, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Topan Dolphin Bergerak Menuju Cina, Bentuk Lintasannya Mirip Heksagonal

Mistar.idSabtu, 8 Agustus 2026 pukul 15.03 WIB
topan_dolphin_bergerak_menuju_cina_bentuk_lintasannya_mirip_heksagonal

Ilustrasi. (Foto: Zoom.Earth)

news_banner

Tiongkok, MISTAR.ID - Topan Dolphin berada di Laut Cina Timur, Sabtu (8/8/2026) siang, setelah melintasi sejumlah pulau kecil di barat daya Jepang dan bergerak menuju pantai timur Cina.

Topan Dolphin memiliki lintasan yang cukup unik. Berdasarkan jalur yang dipantau Badan Meteorologi Jepang (JMA), sistem tersebut sempat berputar dan membentuk pola menyerupai empat sudut hingga segi enam atau heksagonal.

Dolphin melintas di dekat Wadomari, Pulau Okinoerabu, bagian dari Kepulauan Amami, Prefektur Kagoshima, Jepang, pada Jumat (7/8/2026) pagi. Setelah itu, topan bergerak ke arah barat daya mendekati Okinawa.

Hampir 24 jam Dolphin berada sangat dekat dengan pulau-pulau kecil di wilayah tersebut. Pusat topan bahkan berada sangat dekat dengan Pulau Okinawa, membawa angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi.

Di sekitar Okinawa, Dolphin sempat berputar dan membentuk pola empat persegi sebelum bergerak mendekati atau melintasi pulau kecil Izena dan Iheya.

Topan kemudian bergerak ke barat laut, barat, dan barat daya hingga membentuk setengah lingkaran di Laut Cina Timur. Pada Sabtu pagi, Dolphin kembali berbelok dan membentuk pola enam sudut.

Berdasarkan jalur lintasan JMA, Dolphin bergerak ke arah barat daya, selatan, tenggara, timur laut, utara, kemudian barat laut.

Pada Sabtu pukul 11.00 waktu setempat, Dolphin bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 15 kilometer per jam. JMA mencatat tekanan udara di pusat topan mencapai 945 hektopaskal (hPa), dengan kecepatan angin maksimum 45 meter per detik dan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik.

JMA menyebut area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih mencapai 280 kilometer ke arah utara dan 185 kilometer ke arah selatan. Sementara area dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih mencapai 560 kilometer ke utara dan 500 kilometer ke selatan.

Pada Sabtu pukul 11.30 waktu setempat, berdasarkan pemantauan Zoom Earth, pusat Topan Dolphin berada sekitar 500 kilometer di timur-tenggara Wenzhou, Cina.

Sebelumnya, pada pukul 10.00 waktu setempat, Observatorium Hong Kong (HKO) mencatat pusat Dolphin berada sekitar 520 kilometer di timur-tenggara Wenzhou.

HKO memperkirakan Dolphin bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam melintasi Laut Cina Timur. Seiring pergerakannya menuju wilayah Zhejiang dan Fujian utara, aliran udara turun atau subsiden dari bagian luar badai diperkirakan terus memicu cuaca sangat panas di wilayah tersebut hingga awal pekan depan.

Suhu tinggi juga berpotensi memicu hujan dan badai petir. Sementara itu, aliran udara dari arah barat daya diperkirakan memengaruhi wilayah pesisir Guangdong pada pertengahan pekan depan.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) menyebut, dalam enam jam terakhir, Dolphin berada sekitar 187 kilometer di barat-barat laut Pangkalan Udara Kadena dan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 11 kilometer per jam. Tinggi gelombang signifikan maksimum tercatat mencapai 10,7 meter.

JTWC memperingatkan Dolphin merupakan sistem cuaca yang berbahaya. Ancaman yang dapat ditimbulkan meliputi angin kencang yang merusak, hujan lebat, kenaikan permukaan air laut akibat badai atau storm surge, kondisi laut ganas, tanah longsor, dan banjir bandang. (hm25/darilaut.id)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN