Pakar Prediksi OpenAI Berpotensi Alami Masalah Keuangan

Ilustrasi Chat GPT. (Foto: Istockphoto)
Jakarta, MISTAR.ID
Sejumlah pakar memprediksi OpenAI berpotensi menghadapi masalah keuangan serius dalam waktu dekat. Salah satu pandangan datang dari George Noble, mantan manajer aset di Fidelity.
Dalam unggahan panjang di media sosial X, Noble menilai OpenAI menunjukkan tanda-tanda peringatan yang mengarah pada keruntuhan finansial.
“Saya telah menyaksikan perusahaan-perusahaan runtuh selama beberapa dekade. Perusahaan ini menunjukkan semua tanda-tanda peringatan,” tulis Noble, seperti dikutip dari Futurism, Selasa (27/1/2026).
Noble menyoroti laporan yang menyebutkan OpenAI mengalami kerugian hingga USD 12 miliar per kuartal serta membakar dana sekitar USD 15 juta per hari untuk pengembangan aplikasi video generator Sora. Ia juga menyebut pertumbuhan pelanggan berbayar ChatGPT mulai melambat.
Menurut Noble, kondisi tersebut bisa mendorong OpenAI untuk menampilkan iklan di aplikasi chatbot ChatGPT. Selain itu, ia meragukan klaim industri AI terkait peningkatan skala operasi yang dinilai akan membutuhkan biaya dan konsumsi energi yang semakin besar.
“Inilah persoalan besar yang tidak ingin dibahas siapa pun. Akan dibutuhkan energi dan uang lima kali lipat untuk membuat model-model ini dua kali lebih baik,” tulisnya.
Ia menambahkan, setiap peningkatan performa model AI saat ini menuntut daya komputasi, pusat data, dan energi dalam jumlah yang jauh lebih besar. Hal itu, menurutnya, membuat potensi keuntungan semakin terbatas.
Atas dasar tersebut, Noble menilai siklus hype kecerdasan buatan telah mencapai puncaknya dan memperingatkan investor untuk berhati-hati terhadap OpenAI karena profil risikonya yang tinggi.
“OpenAI adalah perusahaan pembakar uang. Produk ini merugikan investor,” ujarnya.
Pandangan Noble sejalan dengan analisis Sebastian Mallaby, peneliti senior di Council on Foreign Relations. Dalam esainya di New York Times pekan lalu, Mallaby memprediksi OpenAI berpotensi kehabisan dana dalam 18 bulan ke depan.
“Kegagalan OpenAI tidak akan menjadi contoh buruk bagi AI, melainkan hanya akhir dari pengembang AI yang paling didorong oleh hype,” tulis Mallaby. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Bocoran Desain Ponsel Pintar Samsung Galaxy A57




















