Meta Uji Layanan Berlangganan di WhatsApp dan Instagram, Fitur Premium Segera Hadir

Produk Meta. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Aplikasi milik Meta Platforms seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook selama ini dikenal sebagai layanan gratis yang digunakan miliaran orang di seluruh dunia. Namun, ke depan Meta berencana mengubah strategi tersebut dengan menghadirkan fitur premium berbayar.
Meta dilaporkan akan mulai menguji model langganan di sejumlah aplikasinya dalam beberapa bulan mendatang. Informasi ini diungkap dalam laporan TechCrunch dikutip CNBC. Paket berlangganan tersebut ditujukan untuk pengguna yang menginginkan fitur tambahan, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
Melalui skema berbayar ini, pengguna akan mendapatkan akses ke fitur-fitur eksklusif, termasuk kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih dibandingkan versi gratis.
Sebagai bagian dari pengembangan AI, Meta juga tengah memperluas penggunaan teknologi dari Manus, perusahaan pengembang agen AI yang baru saja diakuisisi. Menurut laporan CNBC, Meta membeli Manus dengan nilai sekitar US$2 miliar atau setara Rp33,5 triliun.
Langkah menghadirkan layanan berlangganan ini dinilai sebagai upaya Meta untuk menutup investasi besar mereka di sektor AI, termasuk belanja talenta dan akuisisi perusahaan teknologi sepanjang tahun lalu.
Selama ini, Meta memang telah mengembangkan teknologi AI melalui model bahasa besar Llama yang bersifat open source dan bisa diakses gratis. Strategi tersebut berbeda dengan perusahaan AI lain seperti OpenAI dan Google yang menerapkan layanan berbayar untuk fitur premium.
Baca Juga: WhatsApp Siapkan Fitur Baru untuk Atur Penyimpanan Per Chat, Tak Perlu Hapus Semua Riwayat
Selain AI, Meta juga dikabarkan akan memasukkan fitur video pendek berbasis AI bernama Vibes ke dalam paket langganan. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat serta mengedit video hasil generasi AI. Versi dasarnya tetap bisa digunakan gratis, sementara fitur lanjutan hanya tersedia untuk pelanggan berbayar.
Meta menegaskan layanan berlangganan baru ini berbeda dengan Meta Verified, produk berbayar yang sudah diluncurkan sejak 2023. Meta Verified menawarkan lencana verifikasi, dukungan pelanggan prioritas, perlindungan akun, serta berbagai keuntungan lain bagi kreator dan pelaku bisnis.
Pihak Meta menyatakan akan terus mendengarkan masukan pengguna sebelum meluncurkan layanan ini secara luas. “Kami akan mengumpulkan umpan balik dari komunitas seiring uji coba layanan berlangganan ini dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Meta kepada TechCrunch.
PREVIOUS ARTICLE
Pakar Prediksi OpenAI Berpotensi Alami Masalah Keuangan





















