Mulai Beredar di Medan, Sopir Truk Dengar Isu B50 Lebih Cocok untuk Mobil Pribadi

Truk mengantre membeli B50 di SPBU Tritura. (foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Transisi energi menuju bahan bakar nabati yang diklaim lebih ramah lingkungan, telah direalisasikan bertahap di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Medan. Biodiesel 50 (B50) sudah disalurkan selama tiga minggu sejak awal Juli 2026.
Namun, berdasarkan hasil pantauan, B50 belum menjangkau seluruh SPBU di Medan. Salah satunya SPBU di Jalan Gaperta, seorang pekerja mengatakan belum ada informasi terkait pendistribusian B50 di SPBU tersebut. Ia juga tidak mengetahui kapan pastinya SPBU tersebut akan masuk dan mulai didistribusikan.
"Sampai hari ini belum ada sih, tapi bisa jadi memang gak masuk ke sini. Mungkin beberapa alasannya ada, tapi kami pekerja sampai hari ini belum ada informasi pendistribusian untuk B50," katanya, Senin (20/7/2026).
Sementara itu, berdasarkan informasi dari salah seorang pekerja di SPBU Jalan Tritura, pendistribusian solar B50 sudah dimulai sejak awal bulan. "B50 sudah ada di sini dari sebulan lalu, itu sopir-sopir truk antre mau isi B50," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang supir truk, Ilyas, mengaku menggunakan B50 karena sebelumnya selalu mengisi B40 untuk kendaraan yang termasuk ke dalam jenis usaha.
"Sebenarnya coba-coba dulu, katanya lebih ramah lingkungan. Tapi ada omongan, katanya B50 lebih bagus untuk kendaraan pribadi daripada kendaraan besar seperti truk," ujarnya.
Informasi mengenai B50 yang dinilai lebih bagus digunakan oleh kendaraan pribadi, didapatnya dari para rekan sesama sopir yang juga mendapatkan informasi dari petugas SPBU.
"Teman-teman di lapangan bilangnya lebih bagus untuk mobil pribadi, mereka sih taunya dari petugas SPBU. Mereka bilangnya B50 lebih bagus untuk mobil pribadi dibanding truk-truk ini, alasannya apa gak tau juga," tuturnya.





















