UM-PTKIN 2026 Dibuka, Hampir 3.000 Peserta Berebut Kursi di UINSU Medan

Pelaksanaan UM-PTKIN berbasis Sistem Seleksi Elektronik di UINSU Medan. (foto:dokumenUINSU/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sebanyak 2.960 calon mahasiswa mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) di UINSU Medan yang berlangsung pada 8–11 Juni 2026.
Berdasarkan data rekapitulasi peminat program studi jalur UM-PTKIN 2026, ribuan peserta tersebut tersebar pada 31 program studi yang tersedia di UINSU Medan.
Beberapa fakultas menjadi tujuan utama para calon mahasiswa, di antaranya Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI).
Program Studi Pendidikan Agama Islam pada FITK menjadi salah satu yang paling diminati dengan jumlah peminat mencapai 753 orang, sementara kuota yang tersedia sebanyak 81 kursi. Selain itu, Program Studi Akuntansi Syariah di FEBI diminati 533 peserta, sedangkan Program Studi Hukum Tata Negara pada FSH mencatat 250 peminat.
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Nurhayati, mengatakan UM-PTKIN merupakan jalur seleksi yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan tenang dan memperoleh hasil terbaik sehingga dapat melanjutkan studi sesuai program yang diminati.
“Semoga diberi kemudahan, ketenangan, dan hasil yang terbaik agar dapat bergabung di UINSU Medan,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Sementara itu, Wakil Rektor I UINSU Bidang Akademik, Azhari Akmal Tarigan, menyampaikan bahwa ujian tersebut merupakan mekanisme seleksi resmi yang harus ditempuh calon mahasiswa baru sebelum memasuki dunia perkuliahan.
Menurutnya, materi yang diujikan telah disusun berdasarkan kurikulum Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan pendidikan sederajat sehingga sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajari peserta.
“Kita berharap penuh agar semua peserta bisa menjawab soal dengan baik,” ucapnya.
Selain tingginya jumlah peminat program studi, UINSU Medan juga menjadi lokasi ujian bagi 2.584 peserta. Untuk mendukung pelaksanaan seleksi tersebut, panitia menyiapkan 131 ruang ujian yang digunakan selama proses SSE UM-PTKIN berlangsung.
Secara nasional, UM-PTKIN 2026 dilaksanakan serentak pada 8–14 Juni 2026 di 59 titik lokasi di seluruh Indonesia dengan total 64.479 peserta terdaftar. Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi dengan jumlah pendaftar terbesar, yakni 3.956 peserta, berada di bawah Jawa Barat yang mencapai 9.245 peserta, Jawa Timur 8.971 peserta, Jawa Tengah 7.440 peserta, dan Aceh 4.083 peserta.
Dalam laporan Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Abd. Aziz, disebutkan bahwa pelaksanaan seleksi tahun ini juga diikuti 43 peserta difabel, terdiri atas 11 peserta tunanetra, 8 peserta tunarungu, 7 peserta tunadaksa, dan 17 peserta tunagrahita yang mendapatkan fasilitas pendukung sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain itu, terdapat 20 peserta nonmuslim yang mengikuti seleksi serta peserta dari luar negeri, termasuk dari Papua Nugini, yang turut mendaftar melalui jalur UM-PTKIN tahun ini. (hm27)





















