Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

SMAN 1 Medan: Masuk Daftar Eligible SNBP Bukan Jaminan Lulus Perguruan Tinggi

Mistar.idSelasa, 20 Januari 2026 pukul 19.16 WIB
sman_1_medan_masuk_daftar_eligible_snbp_bukan_jaminan_lulus_perguruan_tinggi

Siswa SMAN 1 Medan sedang mengikuti Tes Kemampuan Akademik. (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

SMA Negeri 1 Medan menegaskan bahwa masuk daftar eligible SNBP bukanlah jaminan diterima di perguruan tinggi. Karena itu, sekolah sejak awal mengkondisikan siswa agar tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi UTBK-SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berbasis Tes).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Medan, Toni Arif, mengatakan bahwa pengumuman daftar eligible selalu menjadi momen sensitif bagi siswa, baik yang lolos maupun tidak.

“Masuk daftar eligible itu bukan prestasi akhir. Itu baru tahap awal. Yang menentukan adalah pengumuman kelulusan pada tanggal 31 Maret nanti,” ujarnya kepada MISTAR, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data tahun sebelumnya, tingkat kelulusan SNBP di SMAN 1 Medan berada di kisaran 40 persen. Artinya, lebih dari separuh siswa eligible tetap tidak lolos seleksi.

Karena itu, sekolah justru menilai siswa yang tidak masuk daftar eligible memiliki keuntungan waktu persiapan UTBK yang lebih panjang.

“Siswa yang tidak eligible sejak Januari sudah tahu harus fokus UTBK. Mereka punya waktu sekitar tiga bulan persiapan. Sedangkan yang eligible sering terjebak ekspektasi,” kata Toni.

Menurutnya, jeda waktu antara pengumuman SNBP dan UTBK sesi pertama hanya sekitar tiga minggu. Jika siswa eligible tidak lulus SNBP dan tidak mempersiapkan diri sejak awal, maka waktu persiapan UTBK menjadi sangat sempit.

“Pengumuman SNBP tanggal 31 Maret, UTBK mulai 21 April. Kalau mentalnya drop, etos belajarnya sudah terganggu,” ucapnya.

Maka dari itu pula, untuk menjaga kondisi psikologis siswa, sekolah sengaja mengumumkan daftar eligible pada sore hari menjelang libur panjang minggu lalu.

“Kami umumkan jam 16.00 WIB, besoknya (Jumat) kan libur. Waktu tiga hari libur itu dapat dipergunakan siswa untuk menata emosi sebelum kembali belajar,” katanya.

Sekolah juga menegaskan bahwa jalur UTBK justru menyumbang jumlah kelulusan lebih besar setiap tahunnya.

“Dari sekitar 426 siswa, yang lulus UTBK bisa lebih dari 100 orang. Secara kuantitatif, UTBK selalu lebih besar,” ucap Toni.

Ia menambahkan, siswa yang lolos melalui jalur tes justru menghadapi persaingan nasional secara langsung.

“Kalau lulus UTBK, itu adu soal, adu kemampuan. Itu prestasi besar. Siswa yang lulus jalur tes layak berbangga atas usahanya,” tuturnya.

Sekolah berharap baik siswa eligible maupun non-eligible tetap menjaga fokus dan strategi. Bagi siswa eligible, ia menekankan bahwa pemilihan jurusan dan universitas harus dilakukan secara cerdas, bukan sekadar ambisi.

“Jangan pilih asal. Pilih yang peluangnya besar. Kami berdoa siswa kami bisa lulus di jurusan dan universitas terbaik sesuai kemampuannya,” ucap Toni. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN