171 Siswa SMAN 1 Medan Masuk Daftar Eligible SNBP, Sekolah Tekankan Sertifikat dan Strategi Jurusan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Medan, Toni Arif. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sebanyak 171 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Medan masuk dalam daftar eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini. Jumlah tersebut berasal dari total 426 siswa kelas XII, sesuai kuota 40 persen yang diperoleh sekolah dengan status akreditasi A.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Medan, Toni Arif, menjelaskan bahwa penetapan jumlah eligible mengacu pada regulasi resmi panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Ia menegaskan, peluang diterima melalui jalur SNBP tidak hanya ditentukan oleh status eligible. Penilaian SNBP terdiri dari dua indikator utama dengan bobot seimbang, yakni nilai rapor dan kombinasi mata pelajaran pendukung serta sertifikat prestasi.
“Nilai rapor dari semester 1 sampai 5 bobotnya 50 persen. Sisa 50 persen berasal dari mata pelajaran pendukung sesuai jurusan dan sertifikat prestasi,” katanya saat ditemui Mistar di sekolah, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Lomba Voli Pakai Daster hingga E-Sport, SMA Negeri 1 Medan Rayakan HUT RI dengan Cara Unik
Toni menerangkan, mata pelajaran pendukung disesuaikan dengan pilihan jurusan siswa. Untuk calon mahasiswa Fakultas Kedokteran, nilai kimia dan biologi harus dominan. Sementara untuk jurusan hukum, nilai PPKn menjadi perhatian utama. Pada peminatan teknik, matematika dan fisika menjadi penentu.
Selain itu, sistem SNBP membatasi maksimal tiga sertifikat yang dapat diunggah siswa. Karena itu, SMAN 1 Medan sejak kelas X telah mendorong siswa aktif mengikuti lomba.
“Selain mereka berprestasi di nilai rapor, mereka juga harus mengikuti lomba-lomba, terutama yang diselenggarakan oleh kementerian seperti OSN (Olimpiade Sains Nasional), karena sertifikatnya langsung terdaftar di Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional),” ujarnya.
Dalam proses seleksi internal, sekolah mengelompokkan siswa ke dalam beberapa kategori berdasarkan kombinasi nilai dan sertifikat. Prioritas utama diberikan kepada siswa dengan nilai tinggi dan memiliki sertifikat minimal tiga.
Ia menyebutkan, setiap tahunnya akan ada satu atau dua siswa yang mengundurkan diri dari daftar eligible dengan alasan ingin melanjutkan pendidikan di kedinasan hingga luar negeri.
Dan jika siswa mengundurkan diri, sekolah akan mengganti dengan siswa lain di bawah peringkat 171, namun dengan aturan tetap mempertimbangkan nilai dan kelengkapan sertifikat.
“Kami bisa melompat peringkat. Sertifikat tetap jadi prioritas karena kami ingin peluang siswa diterima lebih besar,” tuturnya.
Toni berharap persentase kelulusan siswa eligible di tahun 2026 dapat semakin meningkat dan membawa nama baik sekolah di mana pun para siswa lulus nantinya. (hm27)



















