Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pemerintah Kerja Sama dengan Swiss dan Jerman Tingkatkan SDM Industri

Mistar.idSelasa, 21 Juli 2026 pukul 14.43 WIB
pemerintah_kerja_sama_dengan_swiss_dan_jerman_tingkatkan_sdm_industri

Ilustrasi pelatihan tenaga kerja. (Foto: blk.purwakartakab.go.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui kerja sama dengan Swiss dan Jerman. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong kompetensi tenaga kerja industri Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Kemitraan tersebut dijalankan Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bersama State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swisscontact, serta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Program kerja sama akan difokuskan pada percepatan penerapan standar kompetensi SDM industri melalui penguatan pendidikan vokasi. Langkah ini sekaligus melanjutkan hubungan strategis yang telah lama terjalin antara Indonesia dengan kedua negara.

Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Swiss sejak 1951, sedangkan kerja sama bilateral dengan Jerman telah berlangsung sejak 1952.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, transisi menuju ekonomi hijau, hingga perubahan rantai pasok global menuntut hadirnya SDM industri yang adaptif, inovatif, dan memiliki semangat belajar yang kuat.

"Karena itu, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas nasional dan merupakan fondasi utama pembangunan SDM industri," ucap Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026), dilansir dari Detikcom.

BPSDMI sendiri diketahui telah menggandeng kedua negara mitra ini sejak 2018. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program Skills for Competitiveness (S4C) bersama SECO dan dukungan GIZ Jerman dalam reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET System Reform) di Indonesia.

Komitmen jangka panjang ini kini berlanjut melalui program S4C Fase 2 bersama Swisscontact, serta program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) pendampingan GIZ. BPSDMI bersama Swiss dan Jerman juga resmi menggelar National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026 pada Selasa-Kamis, 21-23 Juli 2026 di Jakarta.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, mengatakan beberapa tahun terakhir kolaborasi strategis antar negara ini berdampak nyata bagi ekosistem pendidikan vokasi industri. Dampak positif ini mencakup hibah peralatan praktik modern di unit pendidikan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan peserta didik, hingga penguatan kelembagaan dan perangkat sesuai dengan standar manufaktur terkini.

"Yang tidak kalah penting, kita berhasil membangun sebuah budaya baru, yaitu budaya kolaborasi. Sekolah dan industri tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri; keduanya harus menjadi mitra yang setara dalam mencetak talenta masa depan," ujar Doddy.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Cooperation SECO, Violette Ruppanner, berkomitmen memperkuat ekosistem vokasi Indonesia. Ia menegaskan, investasi pada keterampilan setara dengan berinvestasi pada manusia, bisnis, dan daya saing ekonomi.

"Sepanjang kemitraan ini, kita memiliki satu ambisi sederhana: mendekatkan dunia pendidikan dan industri. Ketika perusahaan aktif membantu menyusun kurikulum, menyediakan magang terstruktur, dan berinvestasi pada talenta masa depan, semua pihak akan diuntungkan," tegas Violette.

Sementara Deputy Country Director GIZ, Shameer Khanal, turut menyoroti pentingnya fokus pada peningkatan kualitas SDM untuk mendukung perubahan industri. Menurutnya, transisi industri hijau tidak dapat berhasil tanpa tenaga kerja yang terampil

"Kegiatan hari ini adalah tentang berinvestasi pada manusia. Sebab, tidak ada transisi hijau yang dapat berhasil tanpa tenaga kerja yang dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan yang tepat. Hal ini mencerminkan keyakinan bersama kita bahwa transformasi yang sukses hanya dapat dicapai melalui kemitraan," kata Shameer. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN