Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Siswa SMA Negeri 2 Medan Peringkat Tertinggi SNBP, Konsisten Prestasi Sejak Kelas X

Mistar.idKamis, 15 Januari 2026 05.00
journalist-avatar-top
SH
siswa_sma_negeri_2_medan_peringkat_tertinggi_snbp_konsisten_prestasi_sejak_kelas_x

Hizkia Felix Sihite, siswa yang menduduki peringkat pertama eligible di SMAN 2 Medan (foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Konsistensi menjaga prestasi sejak kelas X mengantarkan Hizkia Felix Sihite (17) menduduki peringkat tertinggi dari 170 siswa eligible di SMA Negeri 2 Medan yang terdaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Siswa kelas XII Orbit itu menilai capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan akumulasi usaha panjang sejak awal masuk SMA sebagai bekal menghadapi jalur seleksi tanpa tes tersebut.

“Kalau dari kelas X, sebenarnya dari dulu saya memang sudah fokus untuk mengejar supaya SNBP nanti bisa. Pokoknya dari kelas X saya sudah stabil, kalau bisa antara (peringkat) satu dan dua,” ujar Hizkia kepada Mistar, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, semangat belajarnya di kelas X masih sangat tinggi. Namun, tantangan mulai terasa saat memasuki kelas XI, terutama pada semester dua, ketika aktivitas organisasi dan berbagai kegiatan sekolah cukup menyita waktu.

“Memang gejolaknya belajar itu di kelas XI. Banyak masuk ekskul, banyak kegiatan, event-event dari Smandu yang menguras waktu. Di situ saya agak turun sedikit karena memang nggak sempat belajar,” tuturnya.

Meski demikian, Hizkia menyadari pentingnya menjaga fokus akademik. Ia pun memberi saran agar siswa tetap mampu memilah kegiatan yang benar-benar menjadi prioritas. “Kalau bisa tetaplah fokus, kurangi kegiatan-kegiatan yang tidak penting,” katanya.

Sebagai siswa dengan peringkat tertinggi di sekolah, Hizkia mengaku senang sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas akademiknya.

“Biasanya orang menilai eligible satu itu memang punya kualitas yang bagus, jadi saya punya tanggung jawab untuk tetap stabil, kalau bisa malah naik agar orang tidak bertanya-tanya tentang kemampuan saya,” ujarnya.

Hizkia juga mengungkapkan sejumlah tantangan lain selama proses belajar, salah satunya distraksi penggunaan gawai dan pergaulan di awal masa SMA.

“Di kelas X itu masih marak main game sama kawan, kadang lupa waktu. Masih masa-masa nongkrong, ngewarkop. Tapi masih bisa saya kontrol,” ucapnya.

Rasa jenuh dalam belajar pun diakuinya kerap muncul, terutama saat menghadapi masa ujian dan tuntutan mempertahankan peringkat. “Kalau jenuh pasti pernah. Apalagi kalau sudah belajar tiga jam, capek, rasa malas itu datang lagi. Itu memang harus dilawan,” katanya.

Untuk mengatasi kejenuhan, Hizkia memiliki strategi tersendiri, yakni memulai belajar dari mata pelajaran yang paling ia sukai. “Saya biasanya mulai dari materi yang saya suka dulu. Saya suka matematika, jadi mancing semangat dari situ, baru lanjut ke pelajaran lain,” ujarnya lagi.

Terkait rencana studinya ke depan, Hizkia mengaku telah berdiskusi dengan orang tua dan mendapat dukungan penuh. Ia berencana memilih jurusan informatika dengan pertimbangan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Ia berharap bisa lolos SNBP dengan salah satu kampus ternama di luar Sumatera sebagai pilihan utama. Namun, Hizkia juga menyimpan ambisi lain, yakni melanjutkan ke sekolah kedinasan di masa depan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN