Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
MEDAN

dr Daniel Irawan: Kualitas Siswa dalam Membuat Film Pendek Meningkat

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 17.02 WIB
dr_daniel_irawan_kualitas_siswa_dalam_membuat_film_pendek_meningkat_

Pembuat film, Daniel Irawan (tengah) foto bersama para peserta FLS3N. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kualitas para peserta didik dalam kategori film pendek mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, meski waktu dan proses pembuatannya terbatas. Hal itu disampaikan Dewan Juri Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Sumatera Utara 2026, dr Daniel Irawan.

Daniel mengatakan, para peserta lomba harus membuat karya film pendek berdurasi tiga menit secara langsung (on the spot), mulai dari pembuatan skrip, proses pengambilan gambar dan dipresentasikan di hadapan para juri.

“Jadi ini seperti bangun Candi Roro Jonggrang, dalam dalam satu hari. Tapi dengan kemudahan yang ada sekarang, teknologi editing sekarang, anak SD sudah lebih jago daripada masa SD kita dulu,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, kecanggihan teknologi saat ini memungkinkan bakat pembuatan film siswa menjadi semakin berkembang terutama dengan adanya ekstrakurikuler film di sekolah-sekolah. “Mereka makin banyak mengakses konten asal memang yang cocok nggak apa-apa sih untuk belajar,” katanya.

Saat ini, kata Daniel, market share film Indonesia paling tinggi di bioskop. Banyak masyarakat lokal yang menonton film Indonesia dan hal ini disebut membantu perkembangan pembuatan film di Indonesia semakin baik.

Ia berpesan agar para siswa menggunakan teknologi sebagaimana mestinya. Terlebih dengan adanya kecerdasan buatan (AI) yang begitu memudahkan, namun tetap harus mengedepankan etika pembuatan film.

Untuk menambah pemahaman tentang pembuatan film, Daniel mengingatkan pentingnya belajar langsung dari berbagai film.

“Kalau mau jadi filmmaker, harus rajin nonton, tapi juga film-film yang tepat. Jangan hanya film bioskop, jangan hanya film panjang, tapi juga kita harus banyak nonton film pendek dan enggak hanya Indonesia, kita juga bisa mengakses film pendek di YouTube dan situs-situs lainnya,” tutur Daniel.

Ia berharap pemerintah turut memberikan pelatihan-pelatihan maupun pendampingan pada anak sekolah dan berbagai karya siswa. “Kita berharap di Medan pemerintah kita juga, pemerintah daerah juga makin aktif untuk melakukan pembimbingan. Jangan hanya lomba, tapi pendampingan dan workshop sangat dibutuhkan,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN