SD di Medan Kota Berbenah Hadapi TKA, Kesiapan Bertahap dan Dorong Adaptasi Digital

Siswa di salah satu Sekolah Dasar di Kota Medan sedang bersiap untuk melaksanakan TKA. (foto: susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Medan Kota terus berbenah dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Medan Kota, Ermansyah Lubis, menyebut kesiapan sekolah dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing.
Ia mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap digitalisasi sudah mulai terlihat, termasuk penyediaan perangkat dan pembangunan kelas digital di sekolah. “Sekolah itu bertahap, sarana-prasarana bisa disiasati dengan pembagian sesi sesuai kondisi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Namun demikian, ia mengakui masih ada tantangan, terutama terkait kedisiplinan waktu pelaksanaan ujian. Jadwal gelombang pagi dinilai membutuhkan kesiapan lebih dari siswa dan guru.
“Sesi pertama itu kan di jam tujuh pagi. Kalau jam tujuh sudah harus ready, berarti sebelum itu semua harus siap baik guru dan siswa harus sudah hadir mungkin saja pukul enam,” katanya.
Ia menyebutkan hanya segelintir sekolah di Medan yang melaksanakan TKA di sesi satu (masuk pukul 07.00 WIB), lainnya mengambil pada sesi kedua yaitu pada pukul 09.00 WIB.
“Ini jadi refleksi juga buat kita sehingga masukan apakah berbeda nanti di setiap daerah, tapi karena dia online, adakah dispensasi waktu dan yang lainnya. Kalau anak-anak kan tinggal familiar memegang mouse, sekolah fasilitasi lah agar mereka bisa berselancar digitalnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Ermansyah menegaskan kesiapan tidak hanya pada sarana, tetapi juga pada proses pembelajaran. Guru didorong meninggalkan metode konvensional dan beralih pada pendekatan yang lebih eksploratif dan kontekstual.
“Kalau masih ceramah, anak tidak akan dapat, sulit. Pembelajaran harus bermakna, kontekstual, dan membuat siswa bisa mengeksplorasi,” tuturnya.
Ia juga berharap setiap sekolah, khususnya di Kecamatan Medan Kota, apapun kegiatannya baik olimpiade maupun TKA, sekolah harus mengutamakan peningkatan proses pembelajaran di dalam kelas.
Jika dahulu menggunakan Kurikulum-13 dengan pendekatan saintifik, mengamati dan bertanya, maka dengan konsep deep learning saat ini, guru-guru harus lebih bisa mengawal siswa untuk dapat mengeksplorasi diri.
“Karena kan ada konsep sekolah ini kan seperti taman, kita buat indah, kita buat pupuk kita tumbuhkan. Kita nggak bisa membantu mereka, kita tumbuhkan apa yang merupakan potensi mereka. Jadi intinya, proses pembelajaran. Apapun program yang dibuat kepala sekolah itu bagaimana berdampak kepada murid,” kata Ermansyah.
























