113 Siswa SMPN 1 Afulu Ikuti TKA Online, Siswa Terpencil Tempuh 10 Km Demi Ujian

Situasi siswa-siswi SMPN mengikuti Ujian TKA. (foto:istimewa/mistar)
Nias Utara, MISTAR.ID
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai program nasional di bidang pendidikan resmi dimulai pada Senin (6/4/2026). Sejumlah sekolah tingkat SMP di Kabupaten Nias Utara turut ambil bagian, termasuk SMP Negeri 1 Afulu dan SMP Negeri 3 Afulu.
Dari pantauan di lokasi, pelaksanaan ujian di kedua sekolah tersebut berlangsung relatif lancar. Para siswa terlihat mengikuti ujian seperti biasa, meski kali ini menggunakan sistem berbasis online.
Seorang siswa mengaku tidak terlalu kesulitan menjawab soal yang berbentuk pilihan ganda. Meski demikian, ia tetap berharap memperoleh nilai terbaik. Harapan serupa juga disampaikan siswa lainnya yang ingin lulus dengan hasil memuaskan.
Di SMP Negeri 1 Afulu, sebanyak 113 siswa kelas IX tercatat sebagai peserta TKA. Kepala sekolah, Yosefo Daeli, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian dibagi dalam empat gelombang. Setiap gelombang terdiri dari tiga sesi dengan masing-masing sesi diikuti 10 peserta.
“Karena ini program perdana, siswa harus ekstra hati-hati dalam menjawab soal dan tetap menjaga konsentrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA di sekolahnya didukung oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Meski sempat mengalami kendala jaringan internet, situasi tersebut dapat diatasi berkat kesiapsiagaan para guru yang mendampingi siswa selama ujian berlangsung.
Sementara itu, semangat tinggi justru ditunjukkan oleh siswa SMP Negeri 3 Afulu yang berada di wilayah terpencil. Sebanyak delapan siswa kelas IX rela menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari daerah tanpa akses jalan memadai demi mengikuti ujian di lokasi yang memiliki jaringan internet.
Dengan dukungan orang tua, para siswa tersebut tetap berpartisipasi dalam TKA meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Salah seorang orang tua siswa berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi sekolah di daerah terpencil, khususnya dalam penyediaan infrastruktur jaringan internet. Ia menilai, pemerataan akses sangat penting agar siswa di daerah terpencil tidak tertinggal dari sekolah di wilayah yang lebih maju.
Pelaksanaan TKA ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan akademik siswa, tetapi juga mencerminkan tantangan nyata dalam pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026NEXT ARTICLE
Literasi Baca Tulis Jadi Kunci Kemajuan Siswa




















