Literasi Baca Tulis Jadi Kunci Kemajuan Siswa

Kepala Balai Bahasa Sumut, Asrif (tengah) usai sosialisasi literasi baca tulis (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) menyebutkan literasi baca tulis memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kemajuan siswa.
Kepala BBSU, Asrif, menegaskan kecakapan literasi tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dilatih dan dipersiapkan secara serius.
“Kecerdasan siswa bergantung pada seberapa baik kecakapan literasi, dan kecakapan literasi itu perlu dilatih, tidak turun begitu saja,” katanya, Senin (6/4/2026).
BBSU sendiri sedang mempersiapkan intervensi penguatan literasi baca tulis selama satu tahun bagi sekolah-sekolah dengan capaian literasi rendah berdasarkan Asesmen Nasional (AN).
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang diikuti oleh satuan pendidikan dari Pemprov Sumut, yaitu SMK wilayah I, kemudian Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, dan Dinas Pendidikan Kota Medan.
Ia menyebutkan, sekolah yang diundang merupakan sekolah-sekolah yang memiliki hasil AN literasi yang perlu mendapatkan penanganan. Melalui sosialisasi ini, peserta diberi pemahaman bahwa akan ada intervensi penguatan literasi dari Balai Bahasa selama satu tahun ke depan.
Setelah tahap sosialisasi, pihaknya akan melaksanakan bimbingan teknis bagi fasilitator. Fasilitator ini nantinya akan turun langsung ke sekolah untuk mendampingi guru dan siswa melalui pelatihan dan pembinaan.
Pada akhir program, akan dilakukan pengukuran ulang untuk melihat efektivitas intervensi, termasuk perubahan capaian sekolah dari zona rendah menuju kondisi yang lebih baik.
Ia menambahkan bahwa tidak semua sekolah dapat mengikuti program ini, melainkan hanya sekolah yang terdata pada Dapodik yang memiliki persoalan literasi.
“Bukan berarti bahwa sekolah yang tidak diundang juga baik-baik saja. Tetapi bersyukurlah sekolah-sekolah yang diundang karena kemudian mengikuti intervensi,” tuturnya.
Program ini merupakan tahun kedua pelaksanaan, dengan sasaran sekolah yang berbeda dari tahun sebelumnya. Pada 2025, intervensi dilakukan pada sekolah dengan masalah serupa, dan tahun ini kembali dilanjutkan untuk sekolah lainnya.
Selama dua tahun pelaksanaan, BBSU telah menjangkau ratusan sekolah. “Harapan kami adalah sekolah-sekolah yang selama dua tahun intervensi ini kemudian dapat menjadi lebih baik lagi literasinya daripada tahun-tahun sebelumnya,” ucap Asrif.
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi dilakukan secara terpusat di Kota Medan untuk memberikan pemahaman yang seragam. Namun pada tahap pendampingan, lanjutnya, tim Balai Bahasa akan turun langsung ke sekolah-sekolah.
“Pada saat pendampingan kami akan datang langsung kepada sekolah, karena problem literasi ada di sekolah,” tuturnya.
Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota agar program ini dapat berjalan optimal dan membentuk ekosistem literasi yang kuat di Sumut. (hm20)






















