Prediksi Mesir vs Iran: Duel Penentu Juara Grup G Piala Dunia 2026

Ilustrasi, Mesir vs Iran: Duel Penentu Juara Grup G Piala Dunia 2026.
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Mesir akan menghadapi Iran di Stadion Seattle pada Matchday 3 Grup G dalam pertandingan yang dimainkan bersamaan dengan laga Selandia Baru vs Belgia, Sabtu (27/6/2026) pukul 10.00 WIB.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena Grup G menghadirkan persaingan yang sangat ketat. Mesir, Iran, dan Belgia sama-sama masih memiliki peluang untuk finis sebagai juara grup.
Posisi puncak klasemen tidak hanya menghadirkan kebanggaan, tetapi juga keuntungan berupa laga babak 32 besar melawan tim peringkat ketiga grup lain.
Mesir praktis sudah memastikan tempat di babak gugur, tetapi mereka akan menjadi juara grup jika mampu mengalahkan Iran. Satu poin pun bisa cukup apabila Belgia gagal mengalahkan Selandia Baru atau tidak mampu menyalip keunggulan selisih gol Mesir.
Iran juga berpeluang menjadi juara Grup G jika mampu mengalahkan Mesir dan Belgia gagal menang atas Selandia Baru atau menang dengan margin yang lebih kecil dibanding kemenangan Iran.
Sementara itu, Belgia membutuhkan Mesir gagal menang, sembari berharap bisa mengalahkan Selandia Baru dengan skor meyakinkan.
Saat ini, superkomputer Opta memberikan peluang Mesir sebesar 61,2 persen untuk memuncaki Grup G. Belgia berada di angka 27,4 persen, sedangkan Iran memiliki peluang 11,4 persen.
Pencapaian ini menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Mesir jika melihat sejarah mereka di Piala Dunia. Kemenangan atas Selandia Baru pada Matchday 2 menjadi kemenangan pertama mereka di ajang ini setelah sembilan percobaan sebelumnya.
Mesir meraih kemenangan tersebut dengan sangat impresif. Mereka mencatatkan 19 tembakan, tujuh tembakan tepat sasaran, 36 sentuhan di kotak penalti lawan, penguasaan bola 55,6 persen, dan 460 operan sukses.
Seluruh catatan tersebut merupakan rekor tertinggi Mesir dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak data Opta tersedia pada 1966.
Marwan Attia tampil menonjol di lini tengah. Sebanyak 82 operan sukses yang ia catat menjadi yang terbanyak oleh pemain Mesir dalam sejarah Piala Dunia.
Ia juga merebut kembali penguasaan bola sebanyak sembilan kali, menjadikannya pemain Afrika kedua sejak 1966 yang mencapai kedua catatan tersebut dalam satu pertandingan Piala Dunia setelah Emmanuel Kunde dari Kamerun saat menghadapi Inggris pada 1990.
Meski demikian, Mohamed Salah tetap menjadi pusat perhatian dan motor utama kesuksesan Mesir.
Salah kini telah mencetak gol atau assist dalam empat penampilan Piala Dunia secara beruntun. Pemain terakhir yang mencapai prestasi tersebut dalam lima pertandingan pertamanya di Piala Dunia adalah James Rodríguez bersama Kolombia pada 2014.
Jika mencetak gol dalam laga ini, Salah akan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Mesir dengan koleksi 69 gol, melampaui Hossam Hassan yang saat ini memiliki jumlah gol yang sama dan kini menjabat sebagai pelatih kepala Mesir.
Sama seperti Mesir, sebagaimana dilansir theanalyst.com, sejarah Iran di Piala Dunia tidak banyak menjanjikan keberhasilan.
Setelah bermain imbang pada dua pertandingan awal edisi kali ini, Iran baru mengoleksi tiga kemenangan dari 20 pertandingan Piala Dunia dan gagal mencetak gol dalam sembilan laga atau sekitar 45 persen pertandingan mereka.
Meski saat ini berada di posisi kedua Grup G, Iran menempati posisi terbawah di grup untuk jumlah tembakan (24), tembakan tepat sasaran (7), dan expected goals (2,1).
Di sisi lain, mereka juga menjadi tim yang menghadapi tembakan terbanyak (37) dan tembakan tepat sasaran terbanyak (15).
Iran belum pernah melaju melewati fase grup dalam enam partisipasi Piala Dunia sebelumnya. Bagi banyak pemain mereka saat ini, turnamen ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mencetak sejarah.
Dalam hasil imbang tanpa gol melawan Belgia pada Matchday 2, Iran menurunkan susunan pemain inti tertua dalam sejarah Piala Dunia dengan rata-rata usia 32 tahun 181 hari.
Mereka juga menjadi tim pertama yang menurunkan tiga pemain berusia 36 tahun atau lebih dalam satu susunan pemain, yakni Shoja Khalilzadeh (37), Ramin Rezaeian (36), dan Ehsan Hajsafi (36).
Statistik Pertemuan Mesir vs Iran
Mesir dan Iran akan bertemu untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia.
Satu-satunya pertemuan sebelumnya terjadi pada ajang Piala LG di Teheran pada Juni 2000. Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1 sebelum Mesir menang 8-7 melalui adu penalti.
Laga itu juga mempertemukan dua legenda sepak bola masing-masing negara. Pelatih Mesir saat ini, Hossam Hassan, mencetak gol pembuka, sementara Ali Daei menyamakan kedudukan untuk Iran.
Iran juga memiliki catatan positif saat menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia. Mereka mengalahkan Maroko 1-0 pada 2018 serta bermain imbang melawan Angola (1-1) pada 2006 dan Nigeria (0-0) pada 2014.
Prediksi Mesir vs Iran
Superkomputer Opta memprediksi pertandingan yang berlangsung ketat, tetapi Mesir sedikit lebih diunggulkan.
Mesir memenangkan 44,1 persen dari simulasi yang dijalankan dan berpeluang besar mengamankan posisi juara grup.
Hasil imbang menjadi kemungkinan terbesar berikutnya dengan peluang 31,3 persen, sementara kemenangan Iran terjadi dalam 24,6 persen simulasi.
Skuad Mesir vs Iran
Mesir:
Mohamed El Shenawy, El Mahdy Soliman, Mostafa Shobeir, Mohamed Alaa, Yasser Ibrahim, Mohamed Hany, Hossam Abdelmaguid, Ramy Rabia, Mohamed Abdelmonem, Ahmed Fatouh, Karim Hafez, Tarek Alaa, Emam Ashour, Mostafa Zico, Hamdi Fathy, Mohanad Lasheen, Nabil Emad Dunga, Marwan Attia, Mahmoud Sabre, Trezeguet, Hamza Abdelkarim, Mohamed Salah, Haissem Hassan, Ibrahim Adel, Omar Marmoush, Zizo.
Iran:
Alireza Beiranvand, Payam Niazmand, Hossein Hosseini, Saleh Hardani, Ehsan Hajsafi, Shoja Khalilzadeh, Milad Mohammadi, Hossein Kanani, Arya Yousefi, Ali Nemati, Ramin Rezaeian, Danial Eiri, Saeid Ezatolahi, Alireza Jahanbakhsh, Mohammad Mohebbi, Saman Ghoddos, Roozbeh Cheshmi, Mehdi Torabi, Mohammad Ghorbani, Amir Mohammad Razzaghinia, Mehdi Taremi, Mehdi Ghayedi, Ali Alipour, Amirhossein Hosseinzadeh, Shahriyar Moghanloo, Dennis Dargahi.
(theanalyst/hm27)



















