Uruguay vs Spanyol: Lamine Yamal Berpeluang Samai Rekor Pele

Ilustrasi, Lamine Yamal Berpeluang Samai Rekor Pele. (foto:wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Menjelang pertandingan pertama di Piala Dunia tahun ini, sedikit yang menyangka Grup H akan berjalan seperti ini, dengan Uruguay menghadapi Spanyol di Guadalajara pada Sabtu (27/6/2026) dalam laga krusial di grup tersebut.
Tim asuhan Marcelo Bielsa tampil mengecewakan musim panas ini, ditahan imbang oleh Arab Saudi dan Tanjung Verde dalam pertandingan yang seharusnya bisa, dan kemungkinan besar, mereka menangkan.
Hasil imbang pembuka melawan Arab Saudi tampak seperti sebuah kemunduran awal, tetapi La Celeste kemudian kembali ditahan imbang secara mengejutkan oleh tim debutan Tanjung Verde pada pertandingan kedua mereka. Tendangan bebas spektakuler Kevin Pina menjadi sorotan utama sebelum Hélio Varela menyamakan kedudukan setelah gol Agustín Canobbio.
Uruguay tentu ingin menghindari hasil serupa lagi, karena mereka hanya pernah bermain imbang tiga kali berturut-turut di Piala Dunia antara 2002 dan 2010.
Meskipun mereka tersingkir di babak penyisihan grup pada 2022, Uruguay tidak pernah gagal mencapai fase gugur dalam dua kampanye Piala Dunia secara beruntun, sehingga tim Bielsa memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Superkomputer Opta saat ini memberi mereka peluang 36,4 persen untuk lolos ke babak berikutnya, sebuah kontras yang mencolok dengan Spanyol yang telah memastikan kelolosan dan memiliki peluang 84,7 persen untuk memuncaki Grup H. Demikian dilansir theanalyst.com.
Yang semakin mempersulit Uruguay adalah rekor mereka di Meksiko. Mereka hanya memenangkan satu dari sembilan pertandingan Piala Dunia terakhir di negara tersebut (3 imbang, 5 kalah), yakni kemenangan 1-0 setelah perpanjangan waktu atas Uni Soviet di perempat final Piala Dunia 1970.
Sementara itu, Spanyol berhasil menghilangkan keraguan setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Arab Saudi.
Lamine Yamal membuka skor dan Mikel Oyarzabal mencetak dua gol cepat, sebelum gol bunuh diri Hassan Altambakti memastikan kemenangan.
Karena itu, Luis de la Fuente akan percaya diri menatap laga di Guadalajara, mengingat Spanyol selalu memenangkan pertandingan terakhir fase grup di setiap Piala Dunia antara 1986 hingga 2014.
Namun, La Roja gagal melakukannya dalam dua edisi terakhir, bermain imbang 2-2 dengan Maroko pada 2018 sebelum kalah 1-2 dari Jepang pada 2022.
Spanyol juga berhasil menjaga gawang tetap bersih dalam tiga pertandingan Piala Dunia terakhir mereka dan berpeluang menyelesaikan fase grup tanpa kebobolan jika mampu meredam serangan Uruguay.
Mereka mencatat clean sheet dalam 48 persen pertandingan Piala Dunia mereka pada abad ke-21 (14 dari 29 pertandingan). Di antara tim yang tampil di lebih dari satu edisi selama periode tersebut, tidak ada yang memiliki persentase lebih baik.
Spanyol hanya menghadapi 21 tembakan dalam empat pertandingan Piala Dunia terakhir mereka, yakni tiga tembakan melawan Arab Saudi serta masing-masing enam tembakan melawan Tanjung Verde, Maroko, dan Jepang.
Satu-satunya tim yang tercatat sejak 1966 menghadapi enam tembakan atau kurang dalam lima pertandingan Piala Dunia berturut-turut adalah Argentina, yang melakukannya dalam lima pertandingan pertama mereka saat menjuarai Piala Dunia 2022.
Kekompakan pertahanan tersebut bisa menyulitkan lini serang Uruguay yang tampil tidak konsisten.
Setelah hanya mencetak satu gol dari 10 tembakan tepat sasaran melawan Arab Saudi, tim Bielsa berhasil mencetak gol dari dua tembakan tepat sasaran saat menghadapi Tanjung Verde. Mereka membutuhkan efisiensi serupa untuk menembus pertahanan Spanyol.
Namun, salah satu ancaman terbesar yang harus diwaspadai Uruguay adalah Yamal, yang menjadi pencetak gol termuda kedelapan dalam sejarah Piala Dunia pada usia 18 tahun 343 hari berkat golnya ke gawang Arab Saudi.
Jika pemain Barcelona itu kembali mencetak gol di Guadalajara, ia akan menyamai rekor Pele pada 1958 sebagai satu-satunya pemain remaja yang mencetak gol dalam penampilan Piala Dunia secara beruntun.
Statistik Pertemuan Uruguay vs Spanyol
Uruguay dan Spanyol akan bertemu di Piala Dunia untuk ketiga kalinya pada Sabtu, dengan pertemuan terakhir mereka di panggung terbesar sepak bola dunia terjadi lebih dari 30 tahun lalu.
Pertemuan terakhir kedua tim berakhir imbang tanpa gol pada fase grup Piala Dunia 1990 di Udine, Italia.
Satu-satunya pertandingan lain antara kedua negara terjadi pada putaran final Piala Dunia 1950, ketika mereka bermain imbang 2-2 di São Paulo.
Prediksi Uruguay vs Spanyol
Superkomputer Opta lebih menjagokan Spanyol. Juara bertahan Eropa itu memenangkan 62,4 persen dari 25.000 simulasi pra-pertandingan.
Uruguay hanya meraih kemenangan dalam 15,7 persen simulasi, sementara hasil imbang terjadi dalam 21,9 persen simulasi.
Pemain Uruguay vs Spanyol
Uruguay:
Sergio Rochet, Santiago Mele, Fernando Muslera, José María Giménez, Sebastián Cáceres, Ronald Araújo, Guillermo Varela, Mathías Olivera, Matías Viña, Joaquín Piquerez, Santiago Bueno, Manuel Ugarte, Rodrigo Bentancur, Nicolás de la Cruz, Federico Valverde, Giorgian de Arrascaeta, Facundo Pellistri, Emiliano Martínez, Maxi Araújo, Juan Manuel Sanabria, Rodrigo Zalazar, Darwin Núñez, Agustín Canobbio, Brian Rodríguez, Rodrigo Aguirre, Federico Viñas.
Spanyol:
David Raya, Joan García, Unai Simón, Marc Pubill, Alejandro Grimaldo, Eric García, Pedro Porro, Aymeric Laporte, Pau Cubarsí, Marc Cucurella, Marcos Llorente, Mikel Merino, Fabián Ruiz, Gavi, Dani Olmo, Yéremy Pino, Álex Baena, Rodri, Martín Zubimendi, Pedri, Ferran Torres, Nico Williams, Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Víctor Muñoz, Borja Iglesias.
(theanalyst/hm27)



















