Yan Junling dan Jo Hyeon-Woo Jadi Tembok, Shanghai Port vs Ulsan HD Berakhir 0-0

Ilustrasi, Yan Junling dan Jo Hyeon-Woo Jadi Tembok, Shanghai Port vs Ulsan HD Berakhir 0-0 Dramatis. (foto:fotmob/wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Laga panas putaran ke-8 AFC Champions League Elite East antara Shanghai Port dan Ulsan HD FC di SAIC Motor Pudong Arena, Rabu (18/2/2026) malam WIB, memang berakhir tanpa gol. Namun skor 0-0 sama sekali tidak mencerminkan ketegangan yang terjadi sepanjang 90 menit.
Duel ini menjadi panggung pertarungan taktik, intensitas tinggi, serta penampilan luar biasa dari kedua penjaga gawang—terutama Yan Junling yang tampil bak tembok kokoh di bawah mistar Shanghai Port.
Babak Pertama: Tekanan Ulsan, Respons Tenang Tuan Rumah
Sejak peluit awal dibunyikan, Ulsan HD langsung mengambil inisiatif serangan. Dalam lima menit pertama, dua peluang beruntun dari Pedrinho dan Darijan Bojanic memaksa Yan Junling melakukan penyelamatan penting.
Shanghai Port merespons lewat tembakan jarak jauh Mateus Vital dan Matt Orr. Sayangnya, rapatnya lini belakang Ulsan membuat setiap percobaan tuan rumah lebih banyak terblokir sebelum benar-benar mengancam.
Menjelang turun minum, intensitas tetap tinggi, tetapi efektivitas menjadi masalah bagi kedua tim. Babak pertama pun ditutup tanpa gol.
Babak Kedua: Hujan Peluang, Duel Kiper Jadi Sorotan
Memasuki paruh kedua, pertandingan semakin terbuka. Ulsan meningkatkan tekanan dengan variasi serangan dari sisi sayap dan bola mati.
Beberapa momen krusial yang hampir mengubah skor:
- Menit 50 – Sepakan Kang Sang-Woo ditepis Yan Junling.
- Menit 56 & 65 – Pedrinho dan Yago Cariello mendapat peluang emas, namun refleks Yan kembali menyelamatkan Shanghai.
- Menit 73 – Tembakan keras Pedrinho dari sisi kanan kembali dimentahkan sang kiper.
Di sisi lain, Shanghai Port juga sempat mengancam. Pada menit ke-52, Mateus Vital melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang, tetapi Jo Hyeon-Woo melakukan penyelamatan gemilang.
Peluang terakhir datang di masa tambahan waktu ketika Umidjan Yusup menyambar bola hasil sepak pojok. Sayang, bola melambung tipis di atas mistar.
Peluit panjang pun berbunyi dengan skor tetap 0-0.
Yan Junling vs Jo Hyeon-Woo: Perang Sarung Tangan
Jika harus menunjuk sosok paling menentukan dalam laga ini, nama Yan Junling layak berada di urutan teratas. Ia menggagalkan sederet peluang berbahaya dan menjaga Shanghai Port tetap hidup dalam perburuan poin.
Namun, Jo Hyeon-Woo juga tampil solid. Kiper Ulsan itu menunjukkan konsentrasi tinggi, terutama saat menggagalkan peluang terbaik tuan rumah di babak kedua.
Tanpa aksi keduanya, laga ini sangat mungkin berakhir dengan skor berbeda.
Fakta Menarik Pertandingan
- Pertama, laga berlangsung relatif bersih meski keras. Hanya satu kartu kuning yang dikeluarkan wasit sepanjang pertandingan.
- Kedua, Ulsan HD tampil lebih dominan dalam menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama mereka.
- Ketiga, cedera Gabrielzinho di babak pertama memaksa Shanghai Port mengubah pendekatan permainan lebih cepat dari rencana awal.
- Keempat, kedua tim sama-sama mencatatkan clean sheet penting yang menjaga persaingan di fase ini tetap terbuka.
Analisis Singkat: Taktik dan Momentum
Shanghai Port memilih pendekatan lebih reaktif, menunggu momentum serangan balik cepat dan mengandalkan kedisiplinan lini belakang.
Sebaliknya, Ulsan HD bermain lebih progresif dengan banyak crossing serta tekanan beruntun dari lini kedua. Namun, kurangnya ketajaman di depan gawang membuat dominasi mereka tak berbuah hasil.
Kesimpulan: Hasil imbang tanpa gol ini mungkin tidak menghadirkan pesta skor, tetapi menyuguhkan drama, determinasi, dan kualitas pertahanan kelas tinggi.
Shanghai Port patut berterima kasih kepada Yan Junling. Sementara Ulsan HD harus segera menemukan solusi agar dominasi peluang tak kembali terbuang sia-sia di laga berikutnya.
Persaingan AFC Champions League Elite East pun semakin panas jelang fase penentuan.
(fotmob/ai/hm27)


























