Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

City Bangkit di Neraka Anfield! Liverpool Tumbang 1-2, Perburuan Gelar Liga Inggris Memanas

Mistar.idSenin, 9 Februari 2026 pukul 06.18 WIB
city_bangkit_di_neraka_anfield_liverpool_tumbang_12_perburuan_gelar_liga_inggris_memanas

Erling Haaland saat beraksi di depan mistar. Liverpool Tumbang 1-2, Perburuan Gelar Liga Inggris Memanas. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Manchester City menorehkan kemenangan dramatis di Anfield setelah menaklukkan Liverpool dengan skor 2-1 pada laga putaran ke-25 Liga Primer Inggris, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Bangkit dari ketertinggalan, tim asuhan Pep Guardiola membalikkan keadaan di menit-menit akhir sekaligus menghidupkan kembali persaingan juara musim ini.

Liverpool sempat berada di atas angin berkat gol spektakuler Dominik Szoboszlai. Namun, mental juara City berbicara di 10 menit terakhir pertandingan, ditutup dengan penalti Erling Haaland pada masa injury time yang membungkam publik Anfield.

City Dominan, Liverpool Bertahan di Babak Pertama

Sejak awal laga, Manchester City tampil lebih menguasai permainan. Sirkulasi bola cepat dan pergerakan dinamis lini depan membuat Liverpool lebih banyak bertahan. Erling Haaland beberapa kali mengancam gawang Alisson Becker, namun kiper asal Brasil itu masih mampu menjaga gawangnya tetap aman.

Liverpool sendiri kesulitan mengembangkan permainan. Pressing tinggi City membuat akurasi umpan tuan rumah di sepertiga akhir lapangan rendah, memaksa The Reds mengandalkan serangan balik cepat. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, meski City unggul jauh dalam jumlah peluang.

Tendangan Roket Szoboszlai Mengguncang Anfield

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-74 melalui momen magis Dominik Szoboszlai. Gelandang asal Hungaria itu melepaskan tendangan bebas keras dari jarak sekitar 30 meter. Bola meluncur tajam, melewati pagar hidup, membentur tiang, lalu bersarang di gawang Gianluigi Donnarumma.

Gol tersebut langsung membakar atmosfer Anfield. Liverpool unggul 1-0 dan tampak berada di jalur kemenangan, terlebih City terlihat kehilangan momentum sesaat setelah gol itu tercipta.

Respon Cepat Sang Juara Bertahan

Namun Manchester City menunjukkan mengapa mereka dikenal sebagai tim dengan mental juara. Hanya 10 menit berselang, City menyamakan kedudukan lewat Bernardo Silva. Berawal dari sentuhan cerdas Haaland yang meneruskan umpan Rayan Cherki, Silva lolos dari kawalan dan menyontek bola melewati kedua kaki Alisson.

Gol tersebut mengubah arah pertandingan. City tampil semakin agresif, sementara Liverpool mulai terlihat gugup dalam mengantisipasi serangan-serangan cepat tim tamu.

Drama Penalti Haaland dan Kontroversi VAR

Puncak drama terjadi di menit ke-90+1. Alisson melakukan kesalahan fatal saat mencoba menghalau bola dan justru menjatuhkan Matheus Nunes di kotak terlarang. Wasit Craig Pawson menunjuk titik putih tanpa ragu.

Erling Haaland yang menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kaki kirinya ke pojok kiri bawah tak mampu dijangkau Alisson. Skor berubah menjadi 2-1 untuk City, sekaligus gol ke-21 Haaland di Liga Primer musim ini.

City sempat mencetak gol ketiga melalui Rayan Cherki yang memanfaatkan posisi Alisson yang maju hingga tengah lapangan. Namun, VAR menganulir gol tersebut akibat duel fisik antara Haaland dan Szoboszlai di dalam kotak penalti. Keputusan itu memicu protes keras, bahkan Szoboszlai diganjar kartu merah di penghujung laga.

Donnarumma Jadi Pembeda

Meski kebobolan satu gol, Gianluigi Donnarumma tampil gemilang. Penyelamatan krusialnya atas tembakan jarak jauh Alexis Mac Allister di menit ke-90+9 menjadi salah satu momen terpenting pertandingan dan menjaga keunggulan City hingga peluit panjang dibunyikan.

Rekor, Statistik, dan Dampak Klasemen

Kemenangan ini memiliki arti historis bagi Manchester City. Ini merupakan kemenangan tandang kedua Pep Guardiola di Anfield sepanjang kariernya sebagai pelatih City, sekaligus league double pertama atas Liverpool sejak tahun 1937.

Secara statistik, City mencatat expected goals (xG) lebih tinggi dibanding Liverpool, mencerminkan dominasi peluang sepanjang laga. Tambahan tiga poin membuat City kini hanya terpaut enam angka dari pemuncak klasemen Arsenal, menjaga asa dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.

Kesimpulan: Liverpool memiliki momen keajaiban, namun Manchester City memiliki ketenangan, kedalaman skuad, dan insting juara. Laga di Anfield ini bukan sekadar pertandingan, melainkan pernyataan bahwa persaingan gelar Liga Primer Inggris masih jauh dari kata selesai.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN