Atletico Madrid Dipermalukan Celta Vigo di Metropolitano, Dominasi 20 Tembakan Berakhir Tanpa Gol

Ilustrasi, Atletico Madrid Dipermalukan Celta Vigo di Metropolitano, Borja Iglesias mencetak gol tunggal. (foto:fichajes/dokumen/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Atlético Madrid harus menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu RC Celta de Vigo pada pekan ke-35 LaLiga 2025/2026 di Civitas Metropolitano, Minggu (10/5/2026) dini hari WIB.
Los Colchoneros tumbang 0-1 meski tampil dominan sepanjang pertandingan. Satu gol dari Borja Iglesias pada babak kedua menjadi pembeda dalam laga yang memperlihatkan kontras antara dominasi dan efektivitas.
Tim asuhan Diego Simeone sebenarnya mengontrol permainan sejak awal. Atletico unggul penguasaan bola, menciptakan lebih banyak peluang, hingga mencatat expected goals (xG) mencapai 2,04. Namun seluruh dominasi itu gagal dikonversi menjadi gol.
Sebaliknya, Celta Vigo tampil disiplin dan efisien. Dari hanya tiga percobaan sepanjang laga, satu tembakan tepat sasaran langsung menghasilkan kemenangan penting di kandang Atletico.
Atletico Madrid Menekan sejak Menit Awal
Atletico langsung tampil agresif begitu pertandingan dimulai. Pergerakan Ademola Lookman di sisi kiri beberapa kali merepotkan pertahanan tim tamu, terutama melalui kombinasi cepat bersama Álex Baena.
Peluang terbaik tuan rumah pada awal laga hadir pada menit ke-12. Lookman melepaskan tembakan keras kaki kiri dari sisi kotak penalti, tetapi bola hanya membentur mistar gawang.
Tekanan Atletico terus berlanjut melalui umpan silang menuju Alexander Sørloth. Penyerang Norwegia itu memperoleh beberapa peluang emas, termasuk sundulan berbahaya yang masih mampu diamankan kiper Celta, Ionut Radu.
Meski terus ditekan, Celta Vigo tetap tenang dalam bertahan. Tim tamu memilih bermain dengan blok rendah sambil menunggu peluang melakukan serangan balik cepat.
Cedera Gimenez Jadi Titik Balik Pertandingan
Momentum penting terjadi pada menit ke-20 ketika bek utama Atletico, José María Giménez, mengalami cedera dan harus ditarik keluar. Posisinya digantikan Robin Le Normand.
Pergantian tersebut membuat ritme pertahanan Atletico sedikit berubah. Meski masih mendominasi penguasaan bola, koordinasi lini belakang tuan rumah mulai kehilangan stabilitas ketika menghadapi transisi cepat Celta.
Di sisi lain, Celta perlahan mulai menemukan ruang melalui pergerakan Williot Swedberg dan Borja Iglesias.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol, meski Atletico tampil jauh lebih agresif dibanding tim tamu.
Gol Borja Iglesias Hukum Kegagalan Atletico
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-62.
Berawal dari skema serangan cepat, Swedberg mengirim umpan matang kepada Borja Iglesias di sisi kiri kotak penalti. Tanpa banyak sentuhan, sang penyerang melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur deras ke sudut atas gawang Atletico.
Gol tersebut terasa semakin menyakitkan bagi tuan rumah karena lahir dari peluang dengan nilai expected goals yang sangat kecil.
Meski probabilitas golnya rendah, penyelesaian akhir Borja Iglesias berlangsung sempurna dan menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan.
Simeone Ubah Strategi, Atletico Tetap Mandul
Setelah tertinggal, Diego Simeone langsung merespons dengan sejumlah pergantian pemain. Thiago Almada dan Nahuel Molina dimasukkan untuk meningkatkan intensitas serangan.
Tekanan Atletico semakin besar pada 20 menit terakhir. Mereka terus membombardir pertahanan Celta melalui crossing dan situasi bola mati.
Sørloth sempat memperoleh peluang emas lewat sundulan pada menit ke-72, tetapi bola melambung tipis di atas mistar. Thiago Almada juga gagal memaksimalkan ruang tembak pada menit ke-79.
Peluang terakhir Atletico hadir pada menit ke-88 ketika sundulan pemain pengganti Miguel Llorente alias Cubo berhasil ditepis gemilang oleh Ionut Radu.
Hingga peluit panjang berbunyi, Atletico tetap gagal mencetak gol meski menghasilkan 20 tembakan dan 10 sepak pojok.
Ionut Radu Jadi Pembeda di Metropolitano
Salah satu sosok paling menentukan dalam kemenangan Celta Vigo adalah Ionut Radu. Kiper asal Rumania itu tampil konsisten sepanjang pertandingan dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya Atletico Madrid.
Penyelamatan terhadap sundulan Sørloth dan Cubo menjadi momen krusial yang menjaga keunggulan Celta tetap aman hingga akhir laga.
Selain Radu, lini pertahanan Celta yang dipimpin Marcos Alonso dan Yoel Lago juga tampil disiplin menghadapi tekanan tanpa henti dari Atletico.
Dominasi Atletico Berakhir Tanpa Efektivitas
Kekalahan ini kembali memperlihatkan persoalan Atletico Madrid musim ini: dominasi permainan yang tidak diimbangi efektivitas penyelesaian akhir.
Secara statistik, Atletico unggul mutlak. Mereka mencatat 56 persen penguasaan bola, 20 tembakan, empat peluang emas, dan 36 sentuhan di kotak penalti lawan. Namun seluruh dominasi itu tidak menghasilkan satu gol pun.
Sebaliknya, Celta Vigo tampil sangat efisien. Mereka hanya melepaskan tiga tembakan sepanjang pertandingan, tetapi mampu membawa pulang kemenangan penting dari Metropolitano.
Hasil ini membuat persaingan papan atas LaLiga semakin ketat menjelang akhir musim, sementara Celta Vigo memperoleh tambahan tiga poin penting untuk memperkuat posisi mereka di klasemen.
(fotmob/ai/hm27)



















