Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

TNI AD Beri Penjelasan Terkait Meninggalnya Pratu Farkhan

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 pukul 09.57 WIB
tni_ad_beri_penjelasan_terkait_meninggalnya_pratu_farkhan

Pemakaman Pratu Farkhan Sauqi di Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. (Foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

TNI Angkatan Darat (AD) memberikan penjelasan terkait dugaan meninggalnya seorang prajurit, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya saat menjalankan tugas di Papua pada Rabu (31/12/2025).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya prajurit muda tersebut. Ia menegaskan bahwa Pratu Farkhan gugur ketika sedang menjalankan tugas negara, sehingga peristiwa ini menjadi perhatian serius pimpinan TNI AD.

Donny menyatakan TNI AD langsung mengambil langkah cepat setelah mendapat kabar adanya dugaan keterlibatan oknum prajurit senior atas meninggalnya Pratu Farkhan.

Ia memastikan masalah ini telah ditindaklanjuti dengan mengamankan pihak terkait serta melakukan penyelidikan menyeluruh oleh unsur komando. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap investigasi guna memastikan fakta secara objektif dan transparan.

Donny menegaskan bahwa TNI AD tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan yang melanggar aturan, terlebih jika menyebabkan hilangnya nyawa prajurit. Jika hasil penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran hukum atau disiplin militer, proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, TNI AD juga melakukan pembinaan internal di satuan terkait agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pimpinan TNI AD berkomitmen mengusut perkara ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab demi keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta menjaga kehormatan institusi,” ujar Donny, dilansir dari Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Sementara itu, ayah korban, Zakaria Marpaung, mengungkapkan Pratu Farkhan sebelumnya bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh, sebelum mendapat penugasan ke Papua.

Kabar duka tersebut pertama kali diterimanya dari sepupu korban. Awalnya, ia mendapat informasi bahwa anaknya sakit dan sempat menghangatkan badan di dekat perapian.

Menurut penuturan Zakaria, seorang prajurit berpangkat sersan sempat menanyakan kondisi Pratu Farkhan yang mengaku sakit. Namun kemudian, seorang kopral disebut memanggil dan membawa Farkhan ke samping, menyuruhnya menunduk, lalu memukul punggungnya menggunakan ranting. Korban juga disebut ditendang hingga tersungkur sebelum sempat bangkit dan melakukan perlawanan.

Zakaria mengaku sangat terpukul dan menyayangkan kejadian tersebut. Ia menuturkan kekecewaannya karena putranya meninggal bukan dalam pertempuran melawan kelompok bersenjata, melainkan akibat perlakuan sesama prajurit.

Meski demikian, ia menyatakan tetap bangga karena anaknya berusaha membela diri demi mempertahankan nyawanya.

Jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung telah dimakamkan di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Sabtu (3/1/2026). (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN