Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia Ketiga, Lemhannas Soroti Dampak Geopolitik Global bagi Indonesia

Mistar.idSelasa, 24 Februari 2026 pukul 15.27 WIB
sby_peringatkan_potensi_perang_dunia_ketiga_lemhannas_soroti_dampak_geopolitik_global_bagi_indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengingatkan adanya kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Peringatan tersebut disampaikan dalam kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas).

Hal itu diungkapkan Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, saat menceritakan paparan SBY di hadapan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (P3N) 27 dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (P4N) 69 Tahun Ajaran 2024.

Menurut Ace, SBY menilai sinyal potensi konflik berskala besar semakin nyata di berbagai kawasan strategis dunia. “Beliau menyampaikan bahwa kemungkinan perang dunia ketiga itu ada, karena indikator konflik di sejumlah kawasan menunjukkan eskalasi yang kuat,” ujar Ace.

Konflik Global Jadi Sorotan

Dalam paparannya, SBY menyoroti beberapa titik panas dunia yang dinilai berpotensi memicu konflik lebih luas. Di antaranya adalah ketegangan di Laut Cina Selatan, dinamika di Semenanjung Korea, konflik Rusia–Ukraina, hingga instabilitas yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Konflik antara Rusia dan Ukraina disebut sebagai salah satu contoh nyata bagaimana rivalitas geopolitik dapat berdampak luas terhadap stabilitas global, termasuk pada sektor energi, pangan, dan ekonomi dunia.

SBY menekankan bahwa dalam era globalisasi, dampak konflik tidak lagi terbatas pada wilayah yang bertikai. Efek domino bisa langsung dirasakan oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Indonesia Diminta Perkuat Politik Bebas Aktif

Menghadapi situasi tersebut, SBY berpandangan Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Ia juga mendorong penguatan diplomasi dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia.

Menurut Ace, pesan utama yang disampaikan SBY adalah pentingnya Indonesia berperan aktif dalam mendorong perdamaian dunia, tanpa terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar.

“Indonesia harus meningkatkan diplomasi strategis dengan berbagai pihak, khususnya negara-negara yang memiliki pengaruh global,” jelasnya.

Perkuat Ketahanan Nasional

Selain diplomasi, SBY juga mengingatkan pentingnya memperkuat kemandirian nasional. Ketahanan ekonomi, pangan, energi, serta daya tangkal pertahanan dinilai menjadi fondasi utama agar Indonesia tidak mudah terdampak gejolak global.

Penguatan sektor domestik dianggap krusial untuk menghadapi ketidakpastian dunia yang semakin kompleks. Dengan ketahanan nasional yang solid, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Pernyataan SBY ini menjadi pengingat bahwa eskalasi konflik global perlu disikapi dengan kewaspadaan, strategi diplomasi yang matang, serta penguatan kapasitas nasional secara menyeluruh.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN