Wednesday, August 26, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Menkum Supratman: Jangan Berdebat "Berdarah-darah" untuk Setiap Kasus, Pikirkan Bangsa

Mistar.idRabu, 26 Agustus 2026 pukul 19.55 WIB
menkum_supratman_jangan_berdebat_berdarahdarah_untuk_setiap_kasus_pikirkan_bangsa_

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Supratman Andi Agtas .(Foto: Tribun)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (26/8/2026) – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengajak masyarakat, khususnya keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), untuk bersama Presiden Prabowo Subianto mengawal birokrasi menuju pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terbuka.

Ajakan itu disampaikan Supratman dalam Diskusi Kebangsaan Korps Alumni HMI (KAHMI) di Jakarta, Minggu (23/8/2026), sebagaimana dikonfirmasi pada Rabu (26/8/2026).

Supratman menekankan, HMI didirikan untuk kepentingan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, ia meminta para kader mengesampingkan kepentingan sesaat dan rasa benci.

"Bapak Presiden menginginkan birokrasi yang transparan dan akuntabel," ujar Supratman.

Ia juga berharap KAHMI dapat membuat forum diskusi yang tidak hanya berkutat pada satu kasus. Menurutnya, pembahasan perlu diperluas pada persoalan kebangsaan yang lebih besar.

"Terlalu kecil bangsa ini kalau setiap kasus kita diskusikan sampai berdarah-darah," tutur Supratman.

Secara khusus, Supratman mempersilakan masyarakat, keluarga besar KAHMI, dan media untuk menyampaikan kritik kepada Kementerian Hukum.

Ia menyebut Kemenkumham setiap Jumat menyediakan forum pengaduan publik bernama "Pasti Ada Solusi" yang disiarkan langsung.

Forum ini menjadi wujud keterbukaan sekaligus upaya mendorong partisipasi publik dalam mengawasi pelayanan.

"Ini adalah cara kami mengubah birokrasi, membuka diri, dan mendorong perbaikan," kata dia.

Diskusi Kebangsaan KAHMI digelar usai kegiatan jalan sehat di Lapangan Pengayoman, Kementerian Hukum.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Hakim Konstitusi Arsul Sani, dan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko.

Acara ini juga dirangkaikan dengan donor darah yang diikuti 363 orang dan donasi buku oleh 568 orang sebagai bentuk kegiatan sosial keluarga besar alumni HMI.(Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN