Wednesday, August 26, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Salah Deteksi! WhatsApp Akui Banyak Akun di Indonesia Terblokir

Mistar.idRabu, 26 Agustus 2026 pukul 18.39 WIB
salah_deteksi_whatsapp_akui_banyak_akun_di_indonesia_terblokir_

Kepala Kebijakan WhatsApp untuk Asia Pasifik Esther Samboh saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Rabu (26/8/2026). (Foto: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (26/8/2026) – WhatsApp mengakui telah terjadi kesalahan sistem yang menyebabkan sejumlah akun penggunanya di Indonesia terblokir secara tidak sengaja.

Perusahaan menegaskan pemblokiran itu bukan ditujukan khusus untuk pengguna di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kebijakan WhatsApp untuk Asia Pasifik, Esther Samboh, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Esther menjelaskan, WhatsApp memiliki sistem otomatis untuk mendeteksi aktivitas yang melanggar ketentuan layanan, seperti spam.

"Kami senantiasa berupaya mencegah hal-hal yang melanggar ketentuan layanan WhatsApp untuk melindungi pengguna asli di WhatsApp," kata Esther.

Sistem tersebut bekerja dengan membaca berbagai sinyal dari perilaku pengguna. Namun, dalam prosesnya terjadi kesalahan sehingga sejumlah akun yang tidak melanggar ketentuan ikut terblokir.

"Ini memang kesalahan sistem yang langsung kami mitigasi," ujar Esther.

Setelah mengetahui adanya masalah, tim WhatsApp langsung melakukan langkah perbaikan. Sebagian besar akun yang terdampak telah berhasil dipulihkan aksesnya.

Esther menegaskan, insiden ini bukan hanya terjadi di Indonesia. "Hal ini terjadi secara global. Jadi tidak ada upaya terkoordinasi untuk Indonesia," tegasnya.

Cara Ajukan BandingBagi pengguna yang akunnya masih terblokir, WhatsApp menyediakan fitur pengajuan banding langsung melalui aplikasi. Setiap pengajuan akan ditinjau dalam waktu kurang dari 24 jam.

"Semoga setelah pembaruan ini proses remediasi bagi pengguna yang terdampak bisa berjalan lebih lancar," ucap Esther.

Ke depan, WhatsApp akan terus melakukan evaluasi dan pembaruan sistem agar kesalahan serupa tidak terulang. (Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN