Tuesday, August 25, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Prabowo Targetkan PLTS 100 GW Rampung Kurang dari 3 Tahun, Investasi Tembus Rp1.140 Triliun

Mistar.idSelasa, 25 Agustus 2026 pukul 18.09 WIB
prabowo_targetkan_plts_100_gw_rampung_kurang_dari_3_tahun_investasi_tembus_rp1140_triliun

Foto PLTS 100 GW (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Bali, MISTAR.ID – Presiden RI Prabowo Subianto memasang target ambisius untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Giga Watt peak (GWp). Proyek energi terbarukan berskala jumbo tersebut ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Target itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Launching and Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Prabowo Tantang Bahlil Selesaikan PLTS 100 GW Lebih Cepat

Prabowo meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beserta jajaran sektor energi bekerja lebih cepat. Bahkan, Presiden membuka peluang agar proyek tersebut dapat selesai hanya dalam dua tahun.

Menurut Prabowo, pemerintah telah membuktikan bahwa target besar dapat dicapai lebih cepat. Ia mencontohkan program swasembada pangan yang sebelumnya diberikan target empat tahun, tetapi mampu dicapai tim terkait dalam waktu sekitar satu tahun.

Karena itu, Prabowo mendorong tim energi nasional tidak sekadar memenuhi target tiga tahun.

"Kalau berhasil 2 tahun, tim energi dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan," ujar Prabowo.

Kapasitas PLTS Bakal Melampaui Listrik Nasional Saat Ini

Prabowo menyoroti besarnya skala proyek PLTS 100 GW tersebut. Ia menyebut kapasitas listrik nasional Indonesia saat ini berada di kisaran 88 GW dari berbagai sumber energi primer.

Artinya, kapasitas PLTS yang direncanakan pemerintah bahkan lebih besar dibandingkan total kapasitas listrik nasional yang disebutkan Presiden.

Menurut Prabowo, pengembangan energi surya secara masif menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kedaulatan energi Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Presiden juga menegaskan ambisinya agar Indonesia dapat mengurangi bahkan menghentikan impor minyak mentah dan LPG dalam waktu sesingkat mungkin.

Tahap Awal Groundbreaking 5,3 GW

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa pemerintah telah memulai tahap awal pembangunan dengan kapasitas mencapai 5,3 GW.

Dari angka tersebut, Bali memperoleh porsi sekitar 1 GW atau 1.000 MW, yang akan dilengkapi sistem baterai penyimpanan energi.

Pembangunan PLTS di Bali diarahkan untuk memanfaatkan lahan negara sehingga proses eksekusi dapat dipercepat. Program tersebut juga diharapkan membantu mengurangi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih digunakan di Bali.

Bahlil menyebut kapasitas 1 GW PLTS di Bali berpotensi menghemat sekitar 0,6 juta kiloliter solar yang selama ini digunakan untuk pembangkit.

Investasi PLTS 100 GW Capai Rp1.140 Triliun

Megaproyek PLTS 100 GW membutuhkan investasi yang tidak kecil. Berdasarkan data Kementerian ESDM yang disampaikan dalam pemaparan program, kebutuhan investasi mencapai sekitar US$73 miliar atau lebih dari Rp1.140 triliun.

Pemerintah memperkirakan proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang besar. Ketika seluruh kapasitas beroperasi, penghematan anggaran subsidi energi diproyeksikan mencapai sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

Selain itu, pembangunan PLTS 100 GW diperkirakan mampu membuka sekitar 5,52 juta lapangan kerja.

Pemerintah Buka Peluang bagi Swasta

Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah akan mengutamakan keterlibatan sektor swasta melalui skema Independent Power Producer (IPP).

Pengembang akan mengikuti proses tender untuk mendapatkan proyek pembangunan PLTS. Pemerintah memastikan aspek keekonomian tetap menjadi perhatian agar harga listrik yang dihasilkan memberikan manfaat bagi negara.

Bahlil menyebut harga listrik dari PLTS diperkirakan berada di kisaran 5-6 sen dolar AS per kWh, belum termasuk biaya baterai.

Namun, apabila harga yang ditawarkan pengembang tidak kompetitif, pemerintah membuka opsi untuk mengambil alih pembangunan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Menuju Kedaulatan Energi

Program PLTS 100 GW menjadi salah satu proyek strategis pemerintah dalam mendorong transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan potensi sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, pemerintah melihat energi surya sebagai sumber listrik yang dapat dikembangkan dalam skala besar.

Kini tantangannya adalah membuktikan apakah target tiga tahun tersebut benar-benar dapat dicapai. Jika mampu selesai dalam dua tahun seperti tantangan Prabowo, proyek ini bukan hanya menjadi salah satu pembangunan PLTS terbesar di Indonesia, tetapi juga simbol percepatan ambisi pemerintah menuju kedaulatan energi nasional.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN