Anak Pejabat Gayo Lues Pamer Kekayaan di Media Sosial, Berujung Sang Ayah Lepas Jabatan

Anak pejabat Gayo Lues memamerkan perjalanan ke luar negeri dan deretan jeriken yang diklaim berisi BBM hingga membuat sang ayah mengundurkan diri dari jabatan. (Foto: Dokumentasi Instagram)
Jakarta, MISTAR.ID - Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Nevirizal, mengundurkan diri dari jabatannya setelah unggahan anaknya yang memamerkan gaya hidup mewah di media sosial menjadi viral dan memicu sorotan publik.
Keputusan tersebut disampaikan Nevirizal melalui surat pengunduran diri yang berlaku efektif pada Kamis (23/7/2026). Ia menyatakan langkah itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang muncul akibat perilaku anggota keluarganya yang dinilai memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
"Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi," tulis Nevirizal dalam surat pengunduran dirinya.
Sebelumnya, putri Nevirizal, Dea Arranoya, menjadi sorotan setelah mengunggah sejumlah konten di media sosial yang menampilkan perjalanan ke Korea Selatan, Bangkok, hingga Eropa. Ia juga mengunggah tangkapan layar percakapan keluarga yang membahas rencana pembelian mobil serta foto 15 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) yang tersusun di rumah.
Unggahan tersebut menuai kritik karena beredar saat Kabupaten Gayo Lues masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Dalam salah satu percakapan yang diunggah, Nevirizal diketahui sedang mengikuti rapat penanganan bencana.
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat. Ia mengaku lalai mengawasi aktivitas anaknya di media sosial.
Ia menjelaskan bahwa foto-foto liburan yang diunggah merupakan dokumentasi perjalanan pada pertengahan 2025, ketika istri dan anaknya membawa anggota keluarga berobat ke Korea Selatan. Sementara dirinya mengaku tidak ikut dalam perjalanan tersebut, termasuk saat keluarganya berlibur ke Eropa.
Terkait foto 15 jeriken BBM, Nevirizal mengatakan bahan bakar itu dibeli pada Desember 2025 sebagai persediaan untuk penanganan bencana karena saat itu terjadi kelangkaan BBM di daerahnya.
Dalam surat pengunduran dirinya, Nevirizal menegaskan bahwa meski persoalan yang muncul bersifat pribadi, sebagai pejabat publik ia merasa memiliki tanggung jawab etika untuk menjaga integritas dan nama baik lembaga.
Ia berharap pengunduran dirinya dapat memberi ruang bagi proses evaluasi dan perbaikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
Dalam surat terbuka tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di atas meterai di Banda Aceh, Dea mengakui kesalahannya terkait perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang dinilai tidak bijak.

























