4 Fakta Bentrokan Antardesa di Adonara NTT, 3 Tewas dan 20 Rumah Terbakar

Suasana saat konflik antar desa di Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu (18/7/2026)(Foto: dok. Warga)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Bentro antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terjadi pada Sabtu (18/7/2026). Konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut kembali pecah dan memakan korban jiwa bahkan mengakibatkan puluhan rumah terbakar.
Perselisihan tersebut dipicu sengketa kepemilikan tanah adat yang tuntas hingga sekarang. Upaya Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melakukan mediasi pun tidak berhasil mencegah bentrokan.
Berikut empat fakta bentrokan antardesa di Adonara:
1. Tiga Warga Meninggal Dunia
Bentrokan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dari masing-masing kubu. Satu korban warga Desa Waiburak, dan dua berasal dari Desa Narasaosina.
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, menyebut dua korban asal Desa Narasaosina telah dimakamkan pada Sabtu (18/7/2026), korban dari warga Desa Waiburak dimakamkan pada Minggu (19/7/2026).
2. Lima Orang Terluka dan 20 Rumah Terbakar
Selain korban jiwa, bentrokan juga menyebabkan lima warga mengalami luka ringan. Di sisi lain, sebanyak 20 rumah warga dilaporkan hangus terbakar akibat konflik tersebut.
Kepolisian menyatakan pendataan terhadap jumlah korban maupun kerusakan masih terus dilakukan untuk memastikan dampak keseluruhan dari bentrokan.
3. Guru dan Siswa Dievakuasi Lewat Jalur Laut
Dampak bentrokan turut dirasakan dunia pendidikan. Sebanyak sembilan siswa dan dua guru yang sedang mengikuti kegiatan perkemahan di SMP Negeri 1 Adonara Timur terpaksa dievakuasi menggunakan perahu melalui jalur laut.
Kegiatan perkemahan yang semula dijadwalkan berakhir pada Minggu harus dihentikan lebih awal demi alasan keselamatan. Para peserta dipulangkan ke rumah masing-masing, terutama yang berasal dari wilayah terdampak konflik.
4. Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan
Dalam mencegah bentrokan susulan, di sejumlah titik di Kecamatan Adonara Timur disiagakan personel gabungan TNI dan Polri.
Kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan penyelesaian persoalan kepada aparat dan pemerintah.
Warga juga diminta menjaga keamanan, ketertiban, serta mengedepankan dialog agar situasi di wilayah tersebut kembali kondusif.
Sebelumnya, konflik antara kedua desa juga sempat memanas pada Mei 2026. Saat itu, belasan rumah dilaporkan terbakar dan sejumlah warga mengalami luka akibat bentrokan.






















